Pages

Saturday, October 22, 2022

Kapal Pesiar Heritage Adventurer Berkunjung ke Manokwari

Kapal pesiar Heritage Adventurer singgah di Manokwari pada 20 Oktober 2022. Kapal pesiar ini membawa 94 wisatawan dan 14 kru kapal yang berasal berbagai negara. Aktivitas para wisatawan ini terbagi dalam dua grup besar yakni birdwatching di Pegunungan Arfak dan City Tour. 

Mahasiswa peduli pariwisata di Manokwari
Para wisatawan, sukarelawan Mahasiswa Peduli Pariwisata di Hutan Gunung Meja
Kapal Pesiar di Manokwari
MV. Heritage Adventurer
Source: https://www.heritage-expeditions.com/about/ships/heritage-adventurer/

Para wisatawan yang melakukan kegiatan pengamatan burung berhasil melihat beberapa spesies burung surga seperti Magnificent Bird of Paradise, Black Sicklebill, Western Parotia dan Vogelkop Superb Bird of Paradise. Ada juga burung Mountain Owlet-nightjar, White-shouldered Fairywren serta Ornate Melidectes yang berhasil diidentifikasi oleh para wisatawan selama di hutan. Kegiatan pengamatan burung ini dilaksanakan di dua kawasan hutan Kampung Kwau dan Kampung Maibri. 

white shouldered fairywren
White-shouldered Fairywren
Wisatawan asing yang naik kapal pesiar saat berada di Kampung Kwau, Pegunungan Arfak

Pada waktu yang hampir bersamaan para wisatawan yang mengikuti kegiatan City Tour berkunjung ke Taman Wisata Alam Hutan Gunung Meja, Pasar Sanggeng dan Pelabuhan Anggrem. 

Pramuwisata Yansen Saragih saat sedang memandu wisatawan dalam kegiatan city tour (Keliling kota Manokwari)

Mereka dipandu oleh pramuwisata dari DPD HPI Papua Barat dan DPC HPI Kabupaten Manokwari yakni: Matias Rumbruren,S.S.; Yansen Saragih, S.S., M.Par.; Yunus Maran, S.Pd.; Charles Roring, Hans Mandacan, sejumlah warga di Kampung Kwau dan Kampung Maibri, serta para sukarelawan UNIPA yang tergabung dalam kelompok Mahasiswa Peduli Pariwisata (MPP). Sukarelawan MPP ini didampingi oleh Fiona Luhulima, S.S., M.TransInterp.

Aktivitas wisatawan manca negara di kabupaten Manokwari ini, mendapat dukungan penuh pemerintah daerah lewat Dinas Pariwisata yang dipimpin oleh kepala dinasnya Bpk. Imanuel Pangaribuan, yang memfasilitasi mama-mama pembuat cendera mata untuk menjual kerajinan tangan mereka di Pelabuhan Anggrem. Dinas Pariwisata Kabupaten Manokwari juga menyuguhkan tarian adat kepada wisatawan sekembalinya mereka ke Pelabuhan Anggrem dari tur di Pegunungan Arfak dan tur keliling kota. 

Wakil Ketua DPD HPI Papua Barat, Yansen Saragih, S.S.,M.Par. menyampaikan bahwa, "Pemerintah perlu memberikan perhatian dalam menata beberapa potensi wisata yang dikunjungi seperti jalan dalam TWA Gunung Meja dan pasar tradisional Sanggeng. Dia menambahkan pula, "Disamping itu, faktor keamanan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena masih ditemui orang mabuk di pasar tradisional Sanggeng yang mengganggu wisatawan yang sedang menikmati kegiatan berbelanja."

Kunjungan wisatawan kapal pesiar Heritage Adventurer ke Manokwari merupakan hasil kerja sama HPI dengan tour operator Signatur Papua yang dipimpin Bpk. Oswald, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat dan Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manokwari, BKSDA, imigrasi, Pelindo, KSOP Manokwari, pihak keamanan, dan warga masyarakat di kawasan wisata Kampung Kwau dan Kampung Maibri. Kunjungan wisatawan yang naik kapal pesiar ini adalah tanda bagi kebangkitan industri pariwisata di Provinsi Papua Barat yang sempat mengalami kemunduran selama pandemi Covid-19. 

Ketua DPD HPI Papua Barat Matias Rumbruren menyatakan, "Tahun depan, akan ada kunjungan kapal pesiar sebanyak 4 kali, oleh karena itu HPI meminta dukungan pemerintah untuk memberi perhatian kepada mama-mama yang menjual hasil kerajinan tangan mereka, di samping itu kepada BKSDA untuk membenahi jalur-jalur trekking di Gunung Meja termasuk pembangunan gazebo dan toilet. Wisatawan membayar SIMAKSI ketika masuk kawasan hutan tersebut sehingga perlu diberikan fasilitas dan pelayanan yang baik."

Matias menambahkan: "Bahwa pemerintah lewat instansi di daerah dan di pusat agar bisa menurunkan tarif supaya kapal pesiar dapat sandar di pelabuhan Manokwari. Hal tersebut diperlukan untuk memudahkan para pelaku wisata dalam melayani wisatawan dan juga bagi para seniman untuk menjual cenderamata mereka."

Matias meminta: "Agar pemerintah bisa mendukung DPD HPI Papua Barat dengan memberikan dana hibah yang akan digunakan oleh HPI untuk mempromosikan berbagai atraksi wisata di Provinsi Papua Barat. Sejauh ini HPI telah membuka cabang di 9 kabupaten dan kota dan telah berperan aktif dalam mendatangkan wisatawan di daerah ini. Kunjungan wisatawan di daerah ini secara langsung telah memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat."

"HPI sudah memiliki media promosi sendiri lewat website: https://dpdhpipapuabarat.com yang memperkenalkan berbagai potensi atau atraksi wisata di Papua Barat," tambahnya.

HPI bekerja sama dengan semua pihak dalam industri pariwisata berupaya keras untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dalam tahun-tahun mendatang. LCR- DPD HPI PB. 

Sunday, June 26, 2022

HPI Presentasikan Program Strategis Pembangunan Pariwisata Kepada Pejabat Gubernur Papua Barat

Wakil Ketua DPD HPI Papua Barat Yansen Saragih, SS., M.Par. baru saja mempresentasikan Program Strategis HPI Dalam Membangun Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 Sebagai Solusi Peningkatan Ekonomi Daerah kepada Pejabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol. (Purn.) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si. 

Kegiatan presentasi tersebut dilaksanakan di Amban Beach House pada siang hari, Minggu 26 Juni 2022 dalam sebuah kegiatan dialog santai yang dihadiri oleh Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Yayasan Anak Air Pulau Papua (YAAP), dan beberapa komunitas yang berkecimpung dalam dunia kepariwisataan, olahraga bahari dan pelestarian lingkungan hidup. 

Masih berkaitan dengan pengembangan pariwisata di Papua Barat, General Manager Travel Papua Anggi Sengkerij memaparkan mengenai berbagai aktivitas promosi di sejumlah pameran wisata di beberapa negara di Eropa yang telah dilakukan untuk mendatangkan wisatawan ke Tanah Papua. Menurut Anggi, keikutsertaan Papua Barat dalam sejumlah ajang promosi pariwisata adalah hal yang penting dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Tanah Papua. "Para pemandu di lapangan, selain harus mendapat sertifikasi kompetensi, mereka perlu dibekali juga dengan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mereka dalam melayani wisatawan, tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PSOI Papua dan Papua Barat Theo Oldet menyampaikan sejumlah kegiatan yang telah dilakukan PSOI, seperti berpartisipasi dalam eksebisi PON di Jayapura pada akhir September 2021 yang lalu, dan penyelenggaraan kompetisi Selancar Ombak Memperingati Hari Kartini pada April tahun 2022 . Theo Oldet mengutarakan pula kepada Pejabat Gubernur tentang rencana PSOI dalam menyelenggarakan beberapa kegiatan olahraga untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia pada tahun 2022 ini dan Kompetisi Selancar Ombak Tingkat Internasional di Provinsi Papua Barat. 

Ketua Yayasan Anak Air Pulau Papua (YAPP) Agus Rumbewas yang turut hadir dalam dialog dengan Pejabat Gubernur mengatakan bahwa pihaknya selama ini membina para atlit olahraga bahari, baik yang masih aktif maupun yang telah lewat usia prestasinya dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian alam pesisir, seperti pembersihan sampah, pelepasan tukik dan penanaman terumbu karang. Agus Rumbewas meminta pemerintah untuk membentuk pasukan biru demi menjaga kebersihan perairan dan pantai di Papua Barat dari sampah. "Kalau di darat ada pasukan kuning, ada baiknya juga di laut dibentuk pasukan biru," kata Agus Rumbewas kepada Pejabat Gubernur Papua Barat.

Menanggapi aspirasi dari para peserta yang hadir, Pejabat Gubernur mengatakan bahwa pihaknya saat ini sengaja turun ke lapangan untuk melihat berbagai masalah di masyarakat guna dicarikan solusinya oleh pemerintah. 

Acara dialog santai di Pantai Amban tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama para peserta yang hadir dan Pejabat Gubernur Papua Barat. LCR-DPD HPI PB.

Sunday, June 12, 2022

PELATIHAN PEMANDU ECOPARK

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sorong baru saja menyelenggarakan Pelatihan Pemandu Ecopark dari tanggal 10-12 Juni 2022. Pelatihan ini diberikan kepada para pemuda dan pemudi yang berasal dari sejumlah kampung di Kabupaten Sorong. 

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Daerah, Kabupaten Sorong - Ibu Dina Titin Sumarni, S.Pi. - dalam sambutan pembukaan kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata Ecopark mendorong serta memberi motivasi kepada peserta untuk dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat agar bisa memajukan distrik dan kampung masing-masing yang memiliki keunggulan potensi wisatanya.

pemandu ecopark kabupaten Sorong
Pelatihan Pemandu Wisata Ecopark di Kabupaten Sorong

Pelatihan ini menyajikan pembicara pertama dari DPD HPI PAPUA BARAT Alfa Ahoren, S.Tr.Par. yang membahas mengenai berbagai atraksi wisata alam di Papua Barat seperti di Raja Ampat dan Teluk Cendrawasih yang menarik banyak wisatawan domestik maupun mancanegara sehingga bisa dijadikan sebagaj inspirasi untuk pengembangan Wisata Ecopark di Kabupaten Sorong. Pembicara kedua  adalah Charles Roring, S.T., seorang pemandu, yang memaparkan materi tentang Ecopark, aspek lingkungan serta pariwisata berkelanjutan yang perlu diketahui oleh para pemandu.

Setelah pemaparan teori, pelatihan dilanjutkan dengan praktik lapangan di Kawasan Wisata Hutan Mangrove di Klawalu didampingi oleh panitia dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sorong dan kedua pemateri dari DPD HPI Papua Barat.



Para peserta mengikuti tahapan-tahapan pelatihan dengan penuh semangat baik teori maupun praktek lapangannya. 

Acara pelatihan diselingi tarian yospan oleh peserta dan panitia serta akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama.  AA & CR DPD HPI PB.

Saturday, June 11, 2022

Dinas Pariwisata Kabupaten Sorong Selenggarakan Pelatihan Pemandu Ekowisata

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sorong baru saja menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi pemandu ekowisata.

Staf ahli bupati Kabupaten Sorong menyematkan tanda peserta di pelatihan pemandu ekowisata
Staf ahli bupati menyematkan tanda peserta

Pelatihan Pemandu Ekowisata ini diselenggarakan tanggal 7 - 9 Juni 2022 di Gedung Keik Malamoi dan di Kampung Malagufuk. Pelatihan tersebut terbagi atas dua bagian yakni pemaparan teori dan praktek lapangan. 

Untuk keperluan tersebut, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sorong mengundang dua orang pembicara yakni Yansen Saragih, S.S., M.Par. - seorang akademisi dari Universitas Papua yang memaparkan materi mengenai dasar-dasar kepemanduan dan kode-etik pramuwisata dan Charles Roring, S.T. - seorang pramuwisata dari DPD HPI Papua Barat yang menjadi nara sumber untuk teknik kepemanduan ekowisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sorong Dorce Kalami S.IP, M.M.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sorong menyalami peserta pelatihan

Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan Bapak Luther Salamala S.Pd., M.PA  hadir mewakili Bupati Kabupaten Sorong. Ia meminta agar para peserta mampu menjelaskan berbagai atraksi wisata alam dan keunikan budaya masing-masing kampung kepada para pengunjung. Beliau mengharapkan agar peserta mau berusaha meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka jika ingin terjun ke dunia pariwisata.

Mengawali pelatihan tersebut, dalam kata sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sorong Ibu Dorce Kalami, S.IP., M.M. meminta agar para peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, supaya nantinya bisa menerapkan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh ketika melayani tamu. 

Gedung Keik Malamoi Sorong
Pelatihan Pemandu Ekowisata
Untuk kegiatan praktek lapangannya, para peserta dibawa ke kampung persiapan Malagufuk. Kampung ini merupakan destinasi wisata pengamatan burung dan satwa liar yang sudah terkenal di tingkat lokal, nasional hingga ke manca negara. 

Pelatihan ini diikuti para peserta dari berbagai kampung yang tersebar di Kabupaten Sorong. 

Perjalanan menuju Malagufuk
Peserta pelatihan berjalan sepanjang jembatan papan menuju Malagufuk

Ketika praktek lapangan dilakukan, peserta dan panitia diterpa hujan deras di tengah hutan Malagufuk. Air hujan menyebabkan permukaan jembatan menjadi licin. Banyak peserta yang terpeleset dan bahkan ada yang terjatuh. Hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka. Para peserta terus berjalan kaki menelusuri jembatan kayu yang telah dibangun oleh pemerintah hingga tiba di Kampung Malagufuk. 

Para peserta bisa terinspirasi dan memperoleh pengetahuan lapangan tentang kepemanduan ekowisata setelah melihat dari dekat kondisi kampung Malagufuk yang terkenal sebagai destinasi wisata pengamatan burung di Kabupaten Sorong. YS & CR DPD HPI PB

Sunday, June 5, 2022

PPSDM GEOMINERBA GELAR DIKLAT PENGENALAN GEOPARK DI MANOKWARI

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi Mineral dan Batubara  (PPSDM GEOMINERBA) baru saja menggelar pelatihan tentang Pengenalan Geopark di Manokwari. Kegiatan ini berlangsung di Swissbel Hotel. Pelaksanaan DIKLAT Pengenalan Geopark ini berlangsung dari 30 Mei - 3 Juni 2022 dan dihadiri sekitar 50 peserta dari kalangan mahasiswa, para anggota IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) serta beberapa pengurus DPD HPI Papua Barat berdomisili di kota Manokwari. 

diklat pengenalan geopark
Pelatihan Pengenalan Geopark oleh PPSDM GEOMINERBA di Manokwari
Tampil sebagai pembicara utama adalah Dr. Antoni Ungirwalu, S.Hut. M.Sc. dari Universitas Papua yang menyajikan materi seputar Keanekaragaman Hayati dan Budaya serta Ir. Oki Oktariadi, M.Si. yang menyajikan berbagai materi yang berhubungan dengan keanekaragaman geologi, pengenalan tentang geopark dan geowisata. 
Selain mendapat materi dalam bentuk teori, diklat ini memasukkan pula agenda kegiatan berupa kunjungan lapangan ke hutan Taman Wisata Alam Gunung Meja dan Pantai Batu Papan. Di Gunung Meja, peserta melihat berbagai jenis tumbuhan, salah satunya adalah daun bungkus, serta kegunaannya dalam kehidupan masyarakat serta menjelajahi gua alam Fusataro Teshima. Di Pantai Batu Papan, peserta diklat mendapat penjelasan singkat mengenai proses terangkatnya bebatuan gamping berbentuk papan dan kegunaan beberapa jenis tanaman pantai. 


Para peserta mengikuti seluruh rangkaian diklat dengan penuh semangat dan mengharapkan di masa datang agar PPSDM GEOMINERBA bersedia menyelenggarakan lagi pelatihan serupa untuk meningkatkan kapasitas para ahli geologi dan para pemandu wisata di Papua Barat. CR-DPD HPI PB

Thursday, March 3, 2022

Birdwatching and Wildlifewatching in Fakfak regency of Indonesia

Birdwatching in outdoor environment has been a favorite tourism activity in West Papua. The Association of Indonesian tourist guides of Fakfak regency (DPC HPI Fakfak), in cooperation with KSDA Fakfak; partners of forest police (MMP); dan land owners of Fakfak nature reserve, offer affordable tour package for visitors who want to hear the beautiful sounds of birds and see wonderful nature of rainforest. 

It takes around 20 minutes by motorized vehicle to reach the forest. Visitors could enjoy wildlife watching along the provincial road. For those who want to go trekking into the jungle, they have to be accompanied by our guides who have got the experience and are familiar with the rainforest. 

The nature reserve of Fakfak plays a very important role as the location for the forest-based tourism activity of the regency. It is the natural habitat of birds that are endemic to Papua Land including birds of paradise that have become the target of observation for domestic and international visitors.

birding in Fakfak
1 Day Birding Tour in Fakfak town is also availabe for visitors

Based on our previous survey trips in the nature reserve, we have recorded seven species of birds of paradise as listed below:

  • Lesser Birds of Paradise (Paradisaea minor)
  • Magnificent Riflebird (Ptiloris magnificus)
  • Magnificent Bird of Paradise (Diphyllodes magnificus)
  • King Bird of Paradise (Cicinnurus regius)
  • Glossy-mantled Manucode (Manucodia ater)
  • Trumpet Manucode (Phonygammus keraudrenii)
  • Crinkle-collared Manucode (Manucodia chalybatus)

Besides birds of paradise, visitors can also watch other species of birds in this forest including:

1) Northern variable pitohui

2) Rusty pitohui

3) Papuan helmeted friarbird

4) Brown oriole

5) Golden myna

6) Yellow-faced myna

7) Papuan pitta

8) Northern hooded pitta

9) Black sided robin

10) Banded yellow Robin

11) Emperor fairy-wren

12) Papuan Hornbill

13) Grey crow

14) Rufous billed kookaburra

15) Syma torotoro

16) Papuan babler

17) Black-capped lorry

18) Palm cockatoo

19) Shulphur-crested cockatoo

20) Eclectus parrot

21) Papuan mountain-pigeon

22) Pinons imperial pigeon

23) Superb fruit doves

24) Black billed cuckoodove

25) Great Cuckoodove

26) Papuan frogmouth

27) Western Crowned pigeon

28) black billed brushturkey

29) Northern Cassowary, and a lot more.

Torea airport passenger terminal in Fakfak
Passenger terminal of Torea airport in Fakfak town

How to get to Fakfak town?

  • Take an international flight from visitors' country of origin to Jakarta
  • Continue your trip by taking domestic flight to Sorong city. Garuda, Lion Air, Batik Air and Sriwijaya Air have got regular daily flights between major cities in Indonesia to Sorong city.
  • From Sorong city, visitors can continue their trip to Fakfak town by passenger ship or by airplane. 
  • Local guides from the Association of Indonesian Tourist Guides (HPI) are able to arrange tours for visitors who take their holiday in Fakfak regency.

Birdwatching and wildlife watching can be done all year round in Fakfak. The tour is quite flexible and can be adapted to the interest and time of the visitors.  


Contact:

The Association of Indonesian Tourist Guides (DPC HPI Fakfak)

Prayogo (chairman) +6281354797622

Aponk (special interest and wildlife watching)

No HP/ WA : 081248106599

Email : aponkrusdy@gmail.com

IG : https://instagram.com/aponkrusdy?utm_medium=copy_link

Fakfak regency, West Papua Province

Republic of Indonesia


Baca juga: 

Ekowisata Pengamatan Burung dan Satwa Liar di Fakfak


Wednesday, March 2, 2022

Berwisata ke Pulau Roon di Kabupaten Teluk Wondama

Roon adalah sebuah pulau besar di Kabupaten Teluk Wondama. Ini adalah tujuan wisata yang penting bagi para wisatawan yang menyukai keindahan alam baik di darat dan di laut. Kampung-kampung di Roon termasuk Indai, Syabes, Yende, Mena, Niap, Menarbu, dan Saryai. Ibu kota Distrik Roon adalah Yende. Kepulauan Auri juga berada dalam wilayah distrik ini.

jalan-jalan ke Kampung Yende di Pulau Roon
Kampung Yende di Pulau Roon

Jumlah penduduk

Dengan luas wilayah 1.890 kilometer persegi, atau 12,64 persen dari wilayah Kabupaten Wondama, Roon memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.963 orang). Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai nelayan dengan jumlah tangkapan ikan tahunan sebanyak 1.200 metrik ton (Sumber: Kabupaten Teluk Wondama Dalam Angka 2021).


Keanekaragaman Hayati Bahari

Menurut buku Diving Indonesia's Bird's Head Seascape, 2011, karangan Burt Jones dan Maurine Shimlock di perairan Teluk Cendrawasih, ada 962 spesies ikan karang, 469 spesies karang keras dan 39 spesies udang manthis.

Pulau Roon dan pulau-pulau lain di kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi sekali. Hal ini menjadikan Kabupaten Teluk Wondama sebagai salah satu destinasi wisata snorkeling dan diving yang penting tidak saja di Indonesia tetapi juga di dunia. 

terumbu karang dan ikan, taman laut di Teluk Cendrawasih
Terumbu karang di perairan Kabupaten Teluk Wondama

Hutan hujan tropis di Pulau Roon masih dalam kondisi baik. Berbagai spesies flora dan fauna bisa dilihat di sana. Burung-burung, serangga, mamalia dan reptil bisa dilihat di sana. 

Pariwisata yang ramah lingkungan adalah salah satu cara yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat dengan komitmen yang terus menerus untuk melindungi lingkungan hutan dan terumbu karang. 

Di samping kekayaan flora dan fauna yang luar biasa tersebut, Roon memiliki sejarah yang menarik khususnya dalam karya pekabaran injil di Tanah Papua. Pada halaman 7 dan 8 dari buku Ajaib di Mata Kita III karya Dr. F.C. Kamma, disebutkan bahwa pada tahun 1866 R. Beyer tinggal di Roon namun dia tidak lama di sana. Di tahun 1878, Jens mengunjungi Roon dan menulis, "Di antara semua orang-orang Papua yang telah saya lihat, adalah orang-orang dari Roon yang memberikan saya kesan yang baik baik dari penampilan fisik maupun cara berpikir."

Gereja Isna Jedi di Distrik Yende, Teluk Wondama
Kompleks Gereja Isna Jedi di Kampung Yende, Pulau Roon, Kabupaten Teluk Wondama

Zending memulai pekerjaan misi dari Kampung Yende ketika Bink dan Van Ballen, dengan 16 orang-orang yang telah dimerdekakan, mendarat pada 2 April 1884. Mereka membangun gereja dan menamainya Isna Jedi yang artinya Akulah Terang. Gereja lama masih berdiri dan orang-orang masih menggunakannya. 


Daya Tarik Wisata

Pulau Roon sendiri dikelilingi oleh 15 pulau-pulau kecil yang adalah habitat alami bagi berbagai spesies hewan laut termasuk berbagai spesies karang keras dan lunak, barakuda, ikan kupu-kupu hidung panjang, surgeonfish, fusilier, bobara raksasa, Napoleon wrasse, ikan kakaktua, gurita wunderpus, seafans, penyu hijau, penyu sisik, cumi, udang,  kima, dan lain-lain.

Ini adalah daya tarik wisata yang penting bagi wisatawan yang menggemari olah raga renang, snorkeling dan selam skuba. 

Akomodasi di Pulau Rariyau, Distrik Roon, Kabupaten Wondama
Rumah Wisata di Pulau Rariyau di Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama

Bagi para wisatawan yang tertarik dengan biologi laut, Roon dan pulau-pulau kecil di sekitarnya adalah tempat berwisata yang indah buat mereka. Wisatawan perlu membawa perlengkapan snorkeling sendiri seperti kaca mata renang (mask), pipa napas (snorkel) dan kaki bebek (swim fins). Dengan perlengkapan ini, wisatawan bisa menikmati keindahan terumbu karang dan kehidupan laut ketika berenang di sekitar perairan Pulau Roon.

Transportasi ke Kabupaten Teluk Wondama

Wisatawan bisa melakulan perjalanan ke Pulau Roon dengan menaiki kapal penumpang kecil dari Pelabuhan Anggrem di kota Manokwari ke kota Wasior di Teluk Wondama terlebih dahulu, kemudian melanjutkan perjalanan dengan perahu motor atau speedboat milik warga ke Pulau Roon. 

Jadual dan rute pelayaran KM. Margareth

  • Kamis sore: Manokwari - Wasior 
  • Jumat sore: Wasior - Manokwari
  • Minggu sore: Manokwari - Wasior
  • Senin sore: Wasior - Manokwari

KM. Margareth biasanya berangkat jam 17.00 sore dan tiba pagi hari di pelabuhan tujuan. Harga tiketnya adalah: 160 ribu rupiah/ penumpang. Ada tempat tidur gratis di geladak penumpang. Wisatawan yang ingin menyewa kamar untuk mendapatkan privasi yang lebih baik, bisa menyewa kamar dengan kapasitas 2 tempat tidur seharga 500 ribu rupiah.

Ada juga kapal penumpang cepat yang berlayar langsung dari Pelabuhan Anggrem di kota Manokwari ke Pulau Roon. Namanya KM. EXPRESS BAHARI 9E. Jadual dan rutenya adalah sbb.:

  • Minggu: Manokwari - Roswar - Yende (di Pulau Roon) - Wasior (di Teluk Wondama)
  • Kamis: Wasior - Yende (di Pulau Roon) - Roswar - Manokwari

Biayanya cukup terjangkau bagi setiap wisatawan untuk rute Manokwari - Yende sekitar 205 ribu per orang. untuk perjalanan dari Wasior ke Yende 120 ribu rupiah/ penumpang. 

Wisatawan domestik yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, perlu terbang terlebih dahulu ke kota Manokwari (ibukota Provinsi Papua Barat). Setiap hari ada penerbangan reguler antara Manokwari dan sejumlah kota besar di Indonesia dan dilayani oleh Sriwijaya, Lion Air dan Batik Air. 

Setelah tiba di kota Manokwari, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan dengan kapal ke Pulau Roon, atau terlebih dahulu ke kota Wasior (Rasiei) dengan pesawat Susi Air, lalu naik perahu motor ke Pulau Roon.

jalur pesawat ke kota Manokwari dan Teluk Wondama
Rute Penerbangan ke Wasior

Akomodasi

Wisatawan yang berlibur ke kampung Yende, atau kampung-kampung lainnya di Pulau Roon bisa menginap di rumah-rumah warga homestay. Harganya sekitar 150 - 300 ribu per orang per malam.

Wisatawan bisa berjalan keliling kampung untuk berinteraksi dengan warga atau berkunjung ke tempat-tempat menarik di sekitar Pulau Roon dengan menyewa perahu motor milik warga setempat. 

Aktivitas mancing, balobe (mencari ikan di malam hari menggunakan perahu, senter dan tombak ikan yang biasanya disebut kalawai).

Wisatawan bisa membeli bahan makanan seperti roti, biskuit, mie instan, dan keperluan logistik lainnya di Manokwari atau Wasior. 

Perlengkapan traveling

Wisatawan bisa membawa alat snorkeling, kamera aksi bawah air, pelindung hp, serta teropong untuk pengamatan satwa liar.

Kontak

Jika ada wisatawan yang tertarik berlibur ke Roon atau daerah lain di Kabupaten Teluk Wondama, silahkan menghubungi Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Teluk Wondama dengan nomor kontak: 

Ketua - Rio Suabey: +62 821 9869 4761

Wakil - Eky: +62 812 4893 1154

Sekretaris: Amsal Tinoring: +6282197937120


Untuk pemandu wisata minat khusus Geo Tour di Pulau Roon, silahkan menghubungi Lois Taran +6282198278148

Artikel ini ditulis oleh Charles Roring DPD HPI Papua Barat

Baca juga: