Wisata Budaya Tokok Sagu di Hutan Papua Barat

Sagu bukan hanya sekedar tanaman pangan atau makanan pokok. Ada ritual adat, tari-tarian, lagu, pakaian, peralatan rumah tangga, serta kosa kata bahasa daerah yang berhubungan erat dengannya. Sagu adalah bagian dari identitas budaya yang melekat pada masyarakat yang sudah menikmatinya selama turun-temurun. 
Perempuan Swiss saat sedang menokok sagu di kampung Malagufuk
Wisatawan Swiss sedang menokok sagu di hutan Papua Barat 
Sebagai salah satu upaya untuk melestarikan, dan memperkenalkan sagu ke dunia internasional, para pramuwisata yang tergabung dalam HPI menyelenggarakan kegiatan wisata budaya pemrosesan sagu. Para wisatawan bisa melihat dan ikut mencoba bagaimana menokok, memeras, mengendapkan sagu hingga proses pemasakkannya menjadi papeda atau pembakarannya menjadi sagu bakar untuk kemudian disajikan di atas meja. 
Para wisatawan yang telah mengikuti program ini merasa senang sekali karena mereka bisa memperoleh pengalaman unik. 
Wisatawan Swiss sedang memeras sagu di hutan Papua Barat
Ekstraksi tepung sagu cair (starch) oleh Mama-mama Papua
di hutan Lembah Klasouw, Kabupaten Sorong
Seluruh rangkaian pemrosesan sagu dilaksanakan secara tradisional dengan menggunakan peralatan sederhana. 
Wisata budaya tokok sagu ini biasanya dikemas dalam satu paket dengan wisata penjelajahan hutan di mana para pesertanya bisa melihat berbagai jenis tumbuhan dan hewan khas Papua seperti lao-lao (wallaby), burung cendrawasih kuning kecil (Lesser Birds of Paradise) dan lain-lain.
Lokasi
Wisata Budaya Tokok Sagu ini diselenggarakan di Hutan Lembah Klasouw Kabupaten Sorong. Nah, jika Anda tertarik untuk melihat dari dekat, dan bahkan ikut mencoba menokok sagu, silahkan menghubungi sahabat saya yang bisa memandu Anda. Namanya Kostan Magablo +6281381115583 (WA).
Lokasi lain
Untuk wisatawan yang ingin melihat proses pembuatan tepung sagu secara tradisional di berbagai daerah lain di Papua Barat, silahkan menghubungi email: dpdhpiwestpapua@gmail.com
Semoga perjalanan wisata Anda di Papua Barat menjadi menyenangkan.

ditulis oleh Charles Roring

No comments:

Post a Comment