Monday, August 3, 2020

Mahasiswa Penggiat Pariwisata Manokwari Selesaikan Studi Sarjana


Manokwari, Papua Barat - Tujuh orang mahasiswa penggiat pariwisata yang tergabung  dalam komunitas Mahasiswa Peduli Pariwisata (MPP) berhasil lulus dan mendapat gelar Sarjana dalam prosesi wisuda online tanggal 29 Juli 2020 di Aula Universitas Papua. 
Mahasiswa Peduli Pariwisata

Mereka adalah Natalia Baransano S.S, Inseren Krey S.S, Maria Febriani Komul S.S, Anna Wopari, S.S, Yuliana Keribo S.S, dan Tiyara Aini Adzani S.S. Ketujuh pegiat pariwisata ini, bersama-sama dengan teman-teman lainnya dan bekerja sama dengan pengurus DPD HPI Papua Barat, terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan pariwisata di daerah Kabupaten Manokwari dan sekitarnya. Hal ini mereka laksanakan di sela-sela kesibukan belajar di kampus Universitas Papua. Beberapa program kerja yang berhasil dilaksanakan adalah: kegiatan pengembangan Pantai Wisata Petrus Kafiar di Amban Pantai tahun 2018; Pengembangan wisata alam Gua Teshima di Gunung Meja pada tahun 2018; turut serta dalam penyelenggaraan Pelatihan Kepariwisataan di Kabupaten Manokwari Selatan pada tahun 2019; dan yang terakhir adalah pengembangan Pantai Wisata Sra Oseri di Pulau Mansinam di penghujung tahun 2019. 
Mahasiswa Peduli Patiwisata dan Ketua DPD HPI PAPUA BARAT

Selain terlibat di komunitas MPP, mereka juga aktif dalam dunia kepemanduan wisata. Beberapa diantara mereka bahkan telah memegang lisensi kepemanduan yang berstandar nasional. Hal ini tentu sangat memberikan warna tersendiri bagi mereka karena selain telah meraih gelar sarjana, mereka juga sudah memiliki sertifikat kompetensi kepemanduan wisata berstandar nasional yang bisa dijadikan modal bekerja sebagai pramuwisata/tour guide. 
Komunitas Mahasiswa Peduli Pariwisata saat membersihkan Gua Teshima Fusataro
Komunitas MPP berfoto bersama saat pembersihan obyek wisata Gua Fusataro Teshima di Gunung Meja, Manokwari

“Sebuah kebanggaan melihat mereka berhasil menempuh pendidikan dan meraih gelar sarjana walaupun mereka harus membagi waktu dengan kegiatan – kegiatan pengembangan pariwisata yang sangat banyak. Selain bangga saya juga sangat berterima kasih kepada mereka semua karena mereka mau melibatkan diri dan mendedikasikan waktu serta pengetahuan mereka untuk membantu masyarakat dan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata di Papua Barat” tutur Pembina MPP Yansen Saragih, S.S., M. Par., yang juga adalah seorang akademisi di Universitas Papua.
Peresmian Pantai Wisata Sra Oseri
Pantai Wisata Sra Oseri yang pembersihan dan pendekorasiannya dikerjakan oleh komunitas MPP, bekerja sama dengan masyarakat setempat dan DPD HPI Papua Barat serta kemudian diresmikan oleh pemerintah.

Ketua DPD HPI Papua Barat, Matias Rumbruren, S.S., pada kesempatan terpisah, memberi apresiasi kepada komunitas MPP atas kerja keras mereka dalam ikut membangun kepariwisataan di Papua Barat serta mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang baru diwisuda tersebut. Ia berharap komunitas Mahasiswa Peduli Pariwisata akan terus bermitra dengan HPI di masa-masa mendatang. 

Saturday, August 1, 2020

HIMPUNAN PRAMUWISATA INDONESIA SE-PAPUA BARAT SEGERA GELAR RAPAT KERJA DAERAH KE-2

Koordinator Biro DIKLAT DPD HPI PB, Recky Tito Mugama, mengatakan bahwa Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Se-Papua Barat akan segera menggelar Rapat Kerja Daerah Ke-2 pada tanggal 5 Agustus 2020, jam 13.00 - 15.00 WIT secara daring.  Hal ini ia sampaikan setelah mengikuti Simulasi Persiapan Rakerda tersebut lewat zoom meeting tadi malam pada Sabtu, 1 Agustus 2020.
Flyer Rakerda HPI Se-Papua Barat

Jumlah peserta Rakerda adalah sekitar 100 orang dari 1 DPD dan 7 DPC yang berasal dari Manokwari, Raja Ampat, Tambrauw, Sorong, Fakfak, Pegunungan Arfak, serta Manokwari Selatan. Rakerda ini dimaksudkan untuk mengevaluasi berbagai program kerja yang telah dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Daerah, dan masing-masing Dewan Pimpinan Cabang HPI Se-Papua Barat. Para pramuwisata HPI ini akan merumuskan sejumlah Iangkah strategis membangun kembali kepariwisataan yang telah terpuruk selama beberapa bulan sebagai akibat dari Pandemi Covid-19. 
HPI juga akan membahas program sertifikasi profesi para anggotanya yang akan diselenggarakan di kota Sorong pada pertengahan Agustus mendatang. Hal ini dikatakan oleh Sekretaris DPD HPI Papua Barat, Alfa Ahoren, S.Tr. Par. pada kesempatan terpisah. Menurutnya, ia telah membangun komunikasi dengan pemerintah dan Lembaga Sertifikasi Profesi Maestro di Jakarta, serta ketua-ketua DPC HPI se-Papua Barat untuk menyukseskan kegiatan itu.
Ketua DPD HPI Papua Barat, Matias Rumbruren mengatakan, Rakerda HPI se-Papua Barat juga akan membahas sejumlah langkah bersama guna meningkatkan kinerja dan tata kelola organisasi yang para anggotanya selama ini berada di lapangan, bekerja keras siang dan malam memandu para wisatawan domestik maupun manca negara baik di darat maupun di laut. 
Pramuwisata sedang memandu wisatawan Russia di malam hari di hutan Manokwari
Pramuwisata sedang memandu turis Russia di malam hari

Himpunan Pramuwisata Indonesia adalah organisasi profesi non-politik para pemandu turis (guide) yang diakui oleh pemerintah. DPD HPI Papua Barat sudah membentuk cabang di 7 Kabupaten dan berencana untuk membuka cabang-cabang baru di seluruh kabupaten/ kota. Sejauh ini jumlah pramuwisata HPI yang telah terdaftar ada 322 orang. 
Hasil Rakerda Ke-2 HPI se-Papua Barat tersebut akan dikomunikasikan secara internal ke masing-masing anggota dan juga secara eksternal ke pihak pemerintah maupun ke para pihak yang ada di dalam industri pariwisata. Ini ditulis oleh Charles Roring.

Thursday, July 30, 2020

HPI DUKUNG PEMKAB MANOKWARI SELATAN KEMBANGKAN PARIWISATA

Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) sedang berupaya untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya. 
Hal tersebut dijelaskan oleh Bupati Mansel Bpk. Markus Waran, S.T., M.Si. saat ditemui oleh Ketua DPD HPI Papua Barat Matias Rumbruren, SS. di kota Manokwari pada Rabu, 29 Juli 2020.
Saat ini ada sejumlah kawasan yang menjadi perhatian pemerintah seperti Wilayah Pesisir Oransbari yang ditumbuhi oleh hutan mangrove, Dataran Isim yang luas dan ditutupi oleh hutan hujan tropis, Neney dan Gunung Botak yang memiliki panorama yang indah sekali.
Burung Cendrawasih di Papua Barat

Menurut bupati, wisatawan yang hendak ke Danau Anggi Gida dan Anggi Giji di Pegunungan Arfak, ke Taman Nasional Teluk Cendrawasih atau juga ke Gunung Botak bisa singgah di kota Ransiki terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan mereka. Pemerintah juga telah membangun Bandara Abreso yang ada di Distrik Ransiki yang dapat pula melayani wisatawan yang ingin ke Mansel. Bandara tersebut juga akan menjadi transit point bagi wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan mereka ke Nabire guna melihat Hiu Paus di Kwatisore.
Bupati Manokwari Selatan dan Ketua DPD HPI Papua Barat Matias Rumbruren

Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memberikan bantuan peralatan kepada Koperasi Eiber Suth di Mansel sehingga mereka bisa memproduksi coklat batangan meskipun masih dalam skala industri kecil.
Di samping itu pula, Ia juga mengharapkan agar wisatawan yang singgah di Ransiki bisa membeli coklat batangan yang diproduksi oleh industri kecil di sana, sebagai oleh-oleh yang bisa dibawa pulang ke daerah masing-masing.



Berdasarkan pengalaman lapangan para pramuwisata yang tergabung dalam  Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di Papua Barat, yang selama ini mengatur perjalanan wisata ke berbagai tempat, sejak beberapa tahun belakangan ini, memang sudah ada wisatawan domestik dan internasional yang berkunjung ke Mansel. Mereka umumnya singgah di kota Ransiki untuk membeli perbekalan sebelum melanjutkan perjalanan ke Danau Anggi di Kabupaten Pegunungan Arfak. Ada juga yang berkunjung ke Air Terjun Neney atau melihat pemandangan alam bahari di Gunung Botak yang indah sekali.

Wisatawan Austria di Manokwari Selatan
Wisatawan Austria makan siang di Air Terjun Neney

Sebagian besar daratan di Mansel masih ditutupi hutan hujan tropis dengan keanekaragaman yang tinggi sekali. Ada ratusan spesies hewan dan tumbuhan yang bisa dilihat di sana. Beberapa yang terkenal adalah Burung Cendrawasih Kuning Kecil (Lesser Birds of Paradise), Burung Cendrawasih Raja (King Bird of Paradise), serta Burung Kakaktua Raja (Palm Cockatoo), Kakaktua Jambul Kuning (Sulphur-crested Cockatoo). Ada juga burung Kumkum (Pinon Imperial Pigeon), Raja Udang Surga (Common Paradise Kingfisher),  Mina Emas (Golden Myna) serta Peltop Pegunungan (Mountain Peltop). Kuskus, kanguru pohon, dan soa-soa bintang bisa juga ditemukan di hutan Manokwari Selatan. 

Wisatawan Jerman di Gunung Botak
Wisatawan Jerman berfoto bersama warga di Gunung Botak

Untuk menikmati wisata pengamatan satwa liar di hutan, wisatawan perlu membawa sendiri binocular, spotting scope, serta buku panduan Birds of New Guinea karya Thane K. Pratt dan Bruce Beehler. Buku referens lain yang penting adalah The Ecology of Indonesian Papua karya Andrew J. Marshall dan Bruce Beehler. Karena lokasi wisata pengamatan burung dan satwa liar umumnya berada di hutan dan kawasan pesisir yang belum memiliki akomodasi memadai, wisatawan yang dipandu oleh pramuwisata HPI akan dipinjamkan tenda dome, sleeping bag serta peralatan camping lainnya.
Atraksi alam lainnya yang dimiliki oleh Kabupaten Manokwari Selatan adalah  terumbu karang yang hidup di sepanjang daerah pesisir Gunung Botak. Ekosistem laut ini merupakan habitat alami bagi berbagai spesies ikan tropis seperti moorish idol, parrotfish, anemonefish, angelfish dan lain-lain. Wisatawan yang ingin menikmati keindahan dunia bawah laut di sana perlu membawa peralatan snorkeling sendiri. Ketua DPD HPI Papua Barat, Matias Rumbruren, menjelaskan bahwa dengan promosi dan tata kelola yang baik, pariwisata akan menarik banyak wisatawan pencinta alam ke Kabupaten Manokwari Selatan. Kedatangan wisatawan akan meningkatkan perputaran ekonomi dan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Untuk berkunjung ke kota Ransiki, wisatawan perlu terbang ke kota Manokwari. Beberapa perusahaan penerbangan seperti Batik dan Sriwijaya memiliki jadwal reguler yang menghubungkan Manokwari - Sorong - Makassar dan Jakarta. Setelah tiba di bandara Manokwari wisatawan bisa melanjutkan perjalanan mereka dengan kendaraan roda empat ke kota Ransiki. Waktu tempuh rata-rata adalah 3,5 sampai 4 jam tergantung kondisi cuaca. 
Pemerintah pusat saat ini telah menghentikan arus masuk wisatawan asing sebagai langkah pencegahan terhadap penyebaran wabah Covid-19. Namun demikian, pemerintah sedang menyiapkan Standard Operational Procedure (SOP) untuk kepemanduan wisata guna diterapkan pada masa New Normal sesuai dengan protokol kesehatan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. 
Menurut Matias, bila pemerintah telah mengizinkan lagi masuknya wisatawan manca negara ke Indonesia, HPI siap memandu wisatawan untuk berkunjung ke Manokwari Selatan. Ditulis oleh Charles Roring.

Wednesday, July 29, 2020

PEMERINTAH PROVINSI PAPUA BARAT AKAN MENDUKUNG PENGEMBANGAN WISATA DI KABUPATEN TELUK WONDAMA

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat - Bapak Yusak Wabia, S.Sos., M.Si.  menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan mendukung pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Teluk Wondama.
Development of tourism in Wondama bay regency

Hal tersebut dikatakannya dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Teluk Wondama, dan sejumlah pengurus DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Papua Barat serta beberapa pegiat pariwisata di Wondama.
DPD HPI PB diwakili oleh Matias Rumbruren, Yansen Saragih (yang juga adalah seorang akademisi dari Univ. Papua) dan Charles Roring.
Topik pembahasan difokuskan pada Pembangunan Pariwisata di Kabupaten Teluk Wondama. Ibu kotanya adalah Rasiei. Rumberpon, Meoswar, Roon, Yoop adalah sejumlah pulau yang berada dalam wilayah kabupaten tersebut. 
Menurut Bapak Wabia, ia dan timnya baru saja mengunjungi Kabupaten Teluk Wondama dan terkesan dengan keindahan beberapa pulaunya. Ia mengatakan bahwa Disbudpar Provinsi Papua Barat akan mendukung pembangunan sejumlah fasilitas khususnya di Kepulauan Auri sehingga warga masyarakat di sekitarnya bisa mendapat manfaat ekonomi dari pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Teluk Wondama Bpk. Christian Mambor menyambut baik dukungan tersebut dan menyatakan bahwa mereka siap bekerja-sama dengan Disbudpar Provinsi Papua Barat. Dinasnya telah meluncurkan sejumlah program termasuk pembangunan beberapa fasilitas di sejumlah lokasi wisata di Teluk Wondama. Mereka juga pernah melaksanakan lomba foto bawah air, dan yang terakhir adalah Pelatihan Manajemen Homestay agar para pemiliknya bisa meningkatkan ketrampilan dan profesionalisme dalam melayani para pengunjung.
Ketua DPD HPI PB, Matias Rumbruren, menyatakan bahwa pemberdayaan masyarakat lokal harus menjadi prioritas dalam pembangunan kepariwisataan di Teluk Wondama. HPI telah beraktivitas di Provinsi Papua Barat selama beberapa tahun dan berencana untuk membuka cabang di Wondama. Wakil Ketua DPD HPI Papua Barat, Yansen Saragih, mengatakan bahwa HPI akan menyelenggarakan sertifikasi untuk para pramuwisata di kota Sorong pada bulan Agustus. Ia mengharapkan agar Dinas Pariwisata Kabupaten Teluk Wondama bisa mengirimkan sedikitnya satu orang peserta ke kegiatan tersebut.
Rio Suabei seorang warga dari Wondama yang menjadi pendamping pengembangan pariwisata di Pulau Roon mengatakan bahwa mereka pernah mengundang 3 orang guru dari Kampung Inggris untuk memberikan kursus bahasa Inggris kepada puluhan pemuda di Pulau Roon. Para pemuda itu mengikutinya dengan penuh antusias dan berharap akan bisa memandu wisatawan setelah selesai mengikuti program kursus tersebut.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat dan Dinas Pariwisata Teluk Wondama

Pertemuan ini dilaksanakan di Kafe Laut - sebuah restoran pantai dari Mansinam Beach Hotel di kota Manokwari. Di akhir pertemuan itu, Bpk. Yusak Wabia menyerahkan sebuah mesin gergaji kayu kepada Bpk. Christian Mambor sebagai alat untuk membersihkan lahan guna secara simbolis memulai persiapan pembangunan fasilitas di Kepulauan Auri.
Kunjungan lapangan untuk mengumpulkan lebih banyak informasi mengenai potensi wisata di Kabupaten Teluk Wondama akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Ini ditulis oleh Charles Roring

Tuesday, July 28, 2020

DPC HPI KABUPATEN SORONG SURVEI POTENSI WISATA DI BATU LUBANG DAN KLAGULUS

Pada Selasa, 21 Juli 2019 Himpunan Pramuwisata Indonesia Cabang Kabupaten Sorong yang diketuai oleh Michael Mobalen memulai aktivitas program kerjanya di era New Normal setelah sekian lama dilanda wabah Covid-19. HPI Kabupaten Sorong memperkenalkan diri kepada dua Masyarakat Kampung yang memiliki Potensi Wisata di Wilayah Kabupaten Sorong.
Dpc hpi kabupaten Sorong

Dua kampung yang dikunjungi oleh DPC HPI KAB.SORONG adalah Kampung KLAGULUS dan Kampung BATU LUBANG PANTAI di Distrik Makbon. Kampung – kampung tersebut memiliki berbagai potensi alam yang sangat menjanjikan untuk dijadikan dan dikembangkan menjadi Objek dan Daya Tarik Wisata di Wilayah Kabupaten Sorong.
Dpc hpi kabupaten Sorong

Kampung pertama yang dikunjungi adalah Klagulus yang diketahui memiliki potensi hutan damar dan berbagai jenis burung New Guinea terlebih khusus Lesser Birds of Paradise serta spot foto dari ketinggian. Kampung yang kedua adalah Kampung Batu Lubang Pantai yang tidak kalah menariknya yaitu memiliki potensi wisata bahari dan bukit-bukit batu di pinggiran pantai dan lautnya.
Dpc hpi kabupaten Sorong

Selama pertemuan dengan kepala kampung dan masyarakat di kedua kampung tersebut, Ketua DPC HPI Kabupaten Sorong - Michael Mobalen - beserta tim survei yang menyertainya, memperkenalkan serta  menjelaskan maksud dan tujuan kehadiran HPI di Kabupaten Sorong lewat kerja-kerjanya. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat mengetahuinya dengan baik. Dari hasil pertemuan tersebut DPC HPI Kabupaten Sorong disambut baik oleh masyarakat kedua kampung itu dan memohon kepada HPI untuk membantu dan membimbing masyarakat setempat untuk mengelola potensi-potensi yang ada untuk dikembangkan menjadi Objek dan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Sorong. Dengan dikembangkannya berbagai potensi alam di kampung-kampung itu, HPI berharap hal tersebut bisa membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat, lewat penciptaan lapangan pekerjaan bagi warga. Sumber: DPC HPI  Kab. Sorong

PROVINCIAL GOVERNMENT OF WEST PAPUA PROVINCE WILL SUPPORT TOURISM DEVELOPMENT IN WONDAMA BAY REGENCY

Head of Department of Culture and Tourism of West Papua Province, Mr. Yusak Wabia, S.Sos., M.Si. stated that local government would support the development of tourism in Wondama Bay regency.
Meeting on the development of tourism in Wondama bay regency

Mr. Wabia gave the statement last night on 27 July 2020 in a meeting with head of Dept. of Tourism of Wondama Bay Regency - Mr. Christian Mambor and representatives from Indonesian Tourist Guide Association (ITGA). 
ITGA were represented by Matias Rumbruren, Yansen Saragih (who is also an academician from the State University of Papua) and Charles Roring. 
The topic of the meeting was focused on the Development of Tourism in Wondama Bay regency whose capital was Rasiei. The islands of Rumberpon, Meoswar, Roon, Yoop and Auri were in the territory of the regency. 
Mr. Yusak Wabia said that he had just visited the regency and had seen the beauty of some of its islands. He stated that he was willing to support the construction of facilities especially in Auri islands so that people in Wondama could get economic benefits from tourism.
Mr. Mambor welcomed that statement and said they were ready to cooperate with the provincial tourism department. His department had launched a number of programs including the construction of facilities in several places in Wondama. They used to conduct an underwater photography contest for promoting marine tourism of the regency.
The latest one was a training on homestay management for owners to improve their skills and profesionalism in serving visitors.
Head of Indonesian Tourist Guide Association (ITGA) for West Papua province, Matias Rumbruren, stated that the empowerment of local people should become the priority in the development of tourism industry in Wondama Bay Regency. ITGA had been working in West Papua province for several years and was willing to open its branch in Wondama. Vice chairman of  ITGA, Yansen Saragih, said that ITGA of West Papua province would conduct certification for its members in Sorong city in August. He asked the head of Tourism Department of Wondama Bay regency to send at least one guide to the event. 
Rio Suabei, a native from Wondama who was a companion officer on the development of tourism in the island, said that his village used to hire three teachers from Kampung Inggris to give English course to tens of youth in the island. They enthusiastically attended the lessons and hoped that they would be able to guide tourists after completing the course program.
Head of Tourism Department of Papua Barat province handing over a chainsaw machine to head of tourism department of Wondama bay regency

The meeting was conducted at Kafe Laut - a beach front restaurant of Mansinam Beach Hotel in Manokwari city. At the end of the meeting, Mr. Wabia handed over a chainsaw machine to Mr. Mambor as a land clearing tool to symbolically start the preparation of the construction of facilities in Auri islands.
Field trip to Wondama for collecting more information of tourism potentials in the regency would be conducted soon. This was written by Charles Roring

Sunday, July 26, 2020

HPI Akan Mempromosikan Pantai Weyos Sebagai Obyek Wisata Unggulan di Papua Barat

Ketua DPD HPI Papua Barat Matias Rumbruren mengatakan bahwa organisasinya akan membantu mempromosikan pantai Weyos sebagai obyek wisata unggulan di Papua Barat. Hal ini ia kemukakan setelah menghadiri Upacara Buka Sasi di Pantai Weyos, Kabupaten Tambrauw pada 25 Juni 2020. Sasi adalah kearifan masyarakat adat untuk melindungi alam, dan memberi kesempatan kepada hewan maupun tumbuhan di suatu kawasan guna berkembang dan memulihkan populasinya.
Pemandangan Pesisir Pantai Utara di Kabupaten Tambrauw
Selama sasi berlangsung, masyarakat lokal sepakat untuk tidak mengeksploitasi hasil laut maupun hasil hutan di wilayah sasi.
Acara buka sasi tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Tambrauw - Mesak Metusalak Yekwam, S.H.; serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat - Yusak Wabia, S.Sos., M.Si.
Foto bersama pihak pemerintah, gereja dan masyarakat adat saat upacara buka sasi di Pantai Weyos
Ibadah Ucapan Syukur dipimpin oleh Ketua Klasis Abun Pdt. Christian Beay  dan Majelis GKI di Tanah Papua dari Distrik Saukorem. Setelah ibadah selesai, kegiatan buka sasi dilakukan dengan prosesi pemberkatan perairan pantai Weyos.
Mama Dina Sundoi selaku Ketua Kelompok Masyarakat Pengawasan Biota Laut dan Darat sekaligus pemilik hak ulayat di Pantai Weyos menyatakan ucapan syukur dan terima kasih kepada masyarakat dan pemerintah yang telah ikut menghadiri upacara buka sasi tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Bpk. Yusak Wabia mengatakan bahwa pemerintah akan berusaha untuk membantu pengembangan kawasan hutan dan pantai Weyos sebagai obyek wisata di Papua Barat.
Ketua DPD HPI Papua Barat, Matias Rumbruren, menyatakan bahwa HPI siap mempromosikan Weyos ke dunia internasional sehingga bisa menarik wisatawan. Namun demikian, perjalanan wisata ke Weyos hanya bisa dilakukan jika Standard Operational Procedure (SOP) untuk New Normal telah dikeluarkan oleh pemerintah, dan juga ketika pemerintah telah mengizinkan lagi masuknya wisatawan asing ke Papua Barat.
Weyos adalah kawasan pesisir pantai utara Kabupaten Tambrauw yang terletak berdekatan dengan pantai peneluran penyu belimbing. Wilayah ini memiliki kawasan hutan hujan tropis yang lebat dan merupakan habitat alami bagi berbagai spesies burung, hewan dan tumbuhan tropis Papua. Ditulis oleh Charles Roring

Saturday, July 25, 2020

Indahnya Pantai Wisata Ketapang Lima di Teluk Wondama

Pantai Wisata Ketapang Lima adalah salah satu spot wisata yang sangat eksotis yang terletak di tengah-tengah Kota Wondama.
Pantai Ketapang Lima di Teluk Wondama
Nama Ketapang Lima memang identik dengan jumlah pohon ketapang (Terminalia catapa) yang tumbuh berjejer di tepi pantai yang berjumlah lima pohon. Pantai yang telah memiliki berbagai sarana prasarana pariwisata ini telah dikembangkan sejak tahun 2014. Hingga saat ini, Pantai wisata yang terletak di Kampung Maniwak Distrik Wasior ini paling ramai dikunjungi pada saat weekend dan hari libur.

Selain memiliki pantai berpasir halus dan laut yang teduh, spot wisata ini juga memiliki pemandangan lepas pantai yang sangat indah. Dengan pengelolaan berbasis masyarakat, pantai wisata Ketapang Lima kini menjadi tempat berwisata terfavorit bagi masyarakat Teluk Wondama.
Gazebo di Pantai Ketapang Lima
Kedepannya, spot wisata ini perlu beberapa sentuhan tambahan sesuai dengan kebutuhan, seperti perlunya membangun los jualan, pendopo, mendekor pantai dan memperbaiki beberapa pondok-pondok yang sudah mulai ada kerusakan dibeberapa bagian bangunannya. Selain itu, pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai kelompok pengelola pariwisata berbasis masyarakat juga perlu segera dilakukan.



Hal ini penting agar peran serta masyarakat setempat lebih baik lagi dalam pengelolaan dan peningkatan pendapatan tidak hanya bagi masyarakat sekitar lokasi tapi juga untuk Pendapatan daerah dari sektor pariwisata. Ditulis oleh Yansen Saragih

Wednesday, July 1, 2020

DPD HPI Papua Barat Membuka Lahan Pertanian

Pandemi Covid-19 yang terus berkepanjangan telah memaksa pramuwisata untuk menghentikan kegiatan kepemanduannya.


Agar tetap bisa bertahan selama krisis, DPD HPI Papua Barat membuka sejumlah lahan pertanian yang tidur guna ditanami tanaman seperti ketela pohon (kasbi), betatas, sayur kangkung, bayam, terong, rica (cabe merah) dan tanaman sayur lainnya. Ada 2 lahan yang sudah ditanami jagung dan sayur-sayuran. Saat ini, DPD sedang menggarap lahan yang ketiga.
Diharapkan dalam beberapa bulan ke depan, tanaman ini sudah mulai menghasilkan sehingga para pramuwisata terutama yang tinggal di Manokwari bisa menikmati hasilnya.

Tuesday, March 24, 2020

Himbauan Kepada Pramuwisata Se-Papua Barat Terkait Penyebaran Covif-19

Saya Matias Rumbruren
Ketua DPD HPI PAPUA BARAT dengan ini menghimbau seluruh Pramuwisata dan tour Guide di Seluruh Papua Barat untuk tidak melakukan Pemanduan wisata sementara waktu dan diharapkan agar memperhatikan anjuran pemerintah terkait Pandemi Covid - 19 atau yg dikenal dengan Virus Corona.

Kami meminta kepada semua sahabat agar menjaga kesehatan pribadi dan keluarga.
Dan mari bersama2 pemerintah membantu memerangi pandemi ini..

Demikian himbauan ini kami sampaikan, atas perhatiannya disampaikan terimakasih..  Kiranya Tuhan memberkati kita sekalian..
Pariwisata maju rakyat sejahtera..