Tuesday, March 24, 2020

Himbauan Kepada Pramuwisata Se-Papua Barat Terkait Penyebaran Covif-19

Saya Matias Rumbruren
Ketua DPD HPI PAPUA BARAT dengan ini menghimbau seluruh Pramuwisata dan tour Guide di Seluruh Papua Barat untuk tidak melakukan Pemanduan wisata sementara waktu dan diharapkan agar memperhatikan anjuran pemerintah terkait Pandemi Covid - 19 atau yg dikenal dengan Virus Corona.

Kami meminta kepada semua sahabat agar menjaga kesehatan pribadi dan keluarga.
Dan mari bersama2 pemerintah membantu memerangi pandemi ini..

Demikian himbauan ini kami sampaikan, atas perhatiannya disampaikan terimakasih..  Kiranya Tuhan memberkati kita sekalian..
Pariwisata maju rakyat sejahtera..

Tuesday, December 17, 2019

Pantai Wisata Sraoseri Manokwari Diluncurkan Hari Ini

Pantai wisata Sraoseri di Pulau Mansinam Manokwari hari ini: Selasa, 17 Desember 2019 jam 10.00 resmi diluncurkan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat Bpk. Yusak Wabia, S.Sos., M.Si. dan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Manokwari Bpk. I Gede Wiradana, B.A. beserta staf mereka masing-masing, perwakilan dari DPD HPI Papua Barat, adik-adik Mahasiswa Peduli Pariwisata (MPP), serta sejumlah warga Pulau Mansinam yang tinggal di sekitarnya.
Pantai Sraoseri di Pulau Mansinam, Manokwari
Menurut pembina MPP yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD HPI Papua Barat - Yansen Saragih, S.S., M.Par., ide pengembangan pantai wisata Sraoseri menjadi pantai wisata berasal dari Ketua DPD HPI Papua Barat Matias Rumbruren, S.S. Setelah didiskusikan dengan MPP maka para mahasiswa pun bergerak ke lokasi pantai untuk melakukan pembersihan dan pendekorasian seperlunya. Pantai yang sebelumnya tertutup rumput tinggi, dan sampah plastik yang hanyut dari kota Manokwari, kini telah berubah menjadi pantai yang bersih dan layak untuk dijadikan sebagai lokasi rekreasi bagi para wisatawan lokal, nasional maupun internasional.


Semua aktivitas survei, pengambilan data bawah laut, pembersihan dan pendekorasian pantai dilaksanakan dengan biaya sendiri oleh para Mahasiswa Peduli Pariwisata (MPP) dan didukung oleh beberapa pengurus DPD HPI Papua Barat. Pantai berpasir putih ini dipenuhi oleh pohon-pohon yang rindang. Perairannya memiliki terumbu karang yang indah dan berbagai spesies ikan yang berwarna-warni, cocok untuk para wisatawan yang suka dengan olah raga air seperti renang, snorkeling dan freediving.
Peluncuran Pantai Wisata Sraoseri di Manokwari
Kadis Parpora Kabupaten Manokwari Bpk. I Gede Wiradana dalam sambutannya di acara peluncuran pantai mengatakan agar pengelola Pantai Wisata SraOseri perlu memperhatikan Sapta Pesona dengan menjaga pantai tersebut supaya tetap aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan memberikan kenangan yang baik bagi para pengunjungnya. Peresmian pantai wisata Sraoseri ini dilaksanakan sekaligus dengan pembentukan Kelompok Sadar Wisata yang akan mengelolanya.
Foto Bersama saat Peluncuran Pantai Wisata Sraoseri
Kadis Pariwisata Provinsi Papua Barat Bpk. Yusak Wabia pada kesempatan yang sama mengharapkan agar pantai ini dikelola dengan baik sehingga bisa mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah senantiasa mendukung pengembangan kepariwisataan yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Peluncuran Pantai Wisata Sra-Oseri berlangsung secara sederhana dan meriah dengan foto bersama, dan pelepasan burung dara ke udara, doa ucapan syukur, makan siang bersama dengan menu ikan bakar rica-rica, dan sayur bunga pepaya. Setelah santap siang, warga setempat masih menyuguhkan kelapa muda kepada para hadirin. 
Menurut Ketua DPD HPI Papua Barat, kata Sra Oser artinya Kelapa Satu. Dulu ada satu buah pohon kelapa yang tinggi di pantai itu. Meskipun kini pohon kelapa tersebut telah tumbang dan diganti oleh sejumlah pohon kelapa yang lebih kecil, pantai itu tetap dinamai Sra Oser. 
Warga kota Manokwari yang ingin berkunjung ke Pantai SraOseri bisa dengan mudah mencapai pantai itu naik taksi air dari Pelabuhan Ketapang. Perjalanan dengan taksi air ke pantai tersebut menghabiskan waktu kurang lebih 15 menit. Para wisatawan bisa juga berjalan kaki dari Tugu Pekabaran Injil di Pulau Mansinam ke Pantai SraOseri dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit.
Ditulis oleh: Charles Roring

Sunday, December 8, 2019

Matias Rumbruren Lantik Kepengurusan DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia Kab. Manokwari.

Ketua DPD HPI Provinsi Papua Barat, Matias Rumbruren S.S, melantik kepengurusan DPC HPI Kab. Manokwari di Aula Hotel Oriestom Manokwari, 5 Desember 2019. DPC HPI Manokwari dipimpin oleh Guide senior berpengalaman asli putra Arfak yakni Zeth Wonggor dan didampingi oleh 24 orang pengurus lainnya.  Pelantikan dihadiri dan disaksikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata provinsi papua barat yang diwakili Kepala Seksi Kelembagaan, juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kab. Manokwari I GEDE WIRADANA, B.A yang mewakili pemerintah daerah Kab. Manokwari dan Kabid ekonomi kreatif serta jajarannya, dan juga turut disaksikan oleh Ketua DPC HPI Kab. Pegunungan Arfak Sdr. Krif Indow sebagai rekan sejawat yang telah lebih dulu dilantik beberapa waktu sebelumnya. 
Penyerahan Pataka oleh Ketua DPD HPI Papua Barat kepada
Ketua DPC HPI Kab. Manokwari
Dalam sambutannya, Ketua DPC terpilih, Zeth Wonggor,  mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada semua guide yang telah mempercayakan dirinya untuk menakhodai Kapal DPC HPI manokwari selama 5 tahun mendatang. Zeth juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua dan pengurus DPD HPI Papua Barat yang telah bersedia memfasilitasi dan turut membiayai proses pelantikannya, ia juga berharap akan ada kerjasama kedepannya dengan DPD HPI papua Barat untuk memajukan pariwisata Manokwari. Tak lupa juga ucapan terima kasih disampaikan kepada Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga yang telah memfasilitasi tempat pelaksanaan pelantikan dan seluruh bantuan yang sudah diberikan dalam mendukung terlaksananya kegiatan pelantikan.
Ketua DPC HPI Kab. Manokwari saat memberikan sambutan
Pada kesempatan yang sama Ketua DPD HPI Papua Barat, Matias Rumbruren SS,  mengungkapkan rasa syukurnya karena telah membentuk dan melantik kepengurusan DPC HPI Manokwari telah sekian lama berjuang untuk pembentukan dan pelantikan. Disamping itu pula, Matias mengapresiasi Kepala Dinas Pariwisata Manokwari, I GEDE WIRADANA BA, yang dengan tulus ikhlas membantu proses pelantikan DPC HPI Manokwari. 
Foto Bersama Pengurus DPC HPI Kab. Manokwari dengan DPD HPI Papua Barat
dan pemerintah
Mewakili Bupati Manokwari,  Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga,  I GEDE WIRADANA,  menyampaikan dukungan penuh kepada DPC HPI manokwari yang baru saja dilantik. Wiradana mengharapkan DPC HPI dapat menjadi pelopor pengembangan pariwisata di manokwari bekerja sama dengan Dinas pariwisata. 
Kegiatan pelantikan ditandai dengan pengambilan janji jabatan dan penyerahan Pataka HPI dan AD/ART HPI dari Ketua DPD kepada ketua DPC.
Dalam kesempatan yang sama pula, telah diserahkan sertifikat kompetensi Pemandu wisata City Tour kepada beberapa guide yang beberapa waktu lalu telah mengikuti ujian kompetensi yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata melalui LSP PRAMINDO dan DPD HPI Papua Barat. Sertifikat tersebut diserahkan kepada 5 orang guide  city tour oleh Kepala Dinas Pariwisata Kab. Manokwari. 
Kegiatan pelantikan diakhiri dengan foto bersama dan saling memberikan selamat atas terselenggaranya pelantikan DPC HPI Manokwari.

Tuesday, December 3, 2019

Pelatihan Pemandu Wisata Budaya Melibatkan DPD HPI Sebagai Narasumber

Manokwari, 4 Desember 2019.
Pelatihan pemandu wisata budaya resmi dibuka oleh Asisten 3 Sekda Kabupaten Manokwari. Pelatihan pemandu wisata budaya merupakan program peningkatan SDM di bidang kepariwisataan yang diikuti oleh 45 peserta dari elemen masyarakat, mahasiswa dan ASN pada Dinas Pariwisata Pemuda dan olahraga. Narasumber berasal dari DPD HPI Papua Barat yakni Matias Rumbruren SS (Ketua DPD) dan Alfa Ahoren S. ST. Par (Sekretaris DPD HPI),  praktisi wisata HARUN SH dan Akademisi UNIPA Yansen Saragih SS., M. Par.


Kegiatan diselenggarakan di Hotel Oriestom selama dua hari, yakni tanggal 4 & 5 Desember 2019.
Dalam sambutan Bupati Manokwari yang dibacakan oleh asisten 3 Ibu Mersiana Djalimun, Bupati mengharapkan peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius karena kegiatan ini sangatlah berguna dalam memberikan peningkatan penghasilan dan pendapatan baik untuk pribadi tapi juga untuk pendapatan asli daerah.

Thursday, November 28, 2019

Berwisata ke Pulau Um

Malaumkarta adalah nama sebuah kampung di pantai utara Kabupaten Sorong. Kampung ini sudah terkenal sebagai lokasi wisata bahari. Di perairan Malaumkarta ada Pulau Um. Wisatawan yang berkunjung ke sana bisa melihat kelelawar yang bergelantungan di dahan-dahan pohon. Jumlahnya bisa mencapai ribuan ekor. 
Pulau Um dilihat dari Pantai Malaumkarta
Pantai Malaumkarta dan Pulau Um di kejauhan
Momen Pergantian
Saat Matahari terbenam, ribuan kelelawar itu akan terbang meninggalkan pohon-pohon menuju daratan utama Papua. Mereka pergi mencari makan. Tidak lama berselang, burung-burung pantai akan hinggap di pohon-pohon setelah seharian penuh mencari ikan di laut dan sepanjang pesisir pantai Tanah Papua. 
Wisata bahari ke kampung Malaumkarta
Pulau Um di Kampung Malaumkarta, Kabupaten Sorong
Hal sebaliknya juga terjadi pada pagi hari sekitar jam 06.00 saat matahari terbit. Burung laut akan terbang meninggalkan pulau dan kelelawar akan terbang kembali ke Pulau Um.
Di Pulau Um sendiri kadang-kadang ada penyu yang mendarat untuk bertelur. Perairan Pulau Um jernih dan cocok untuk wisatawan yang ingin berenang sambil melihat terumbu karang dan ikan tropis yang berwarna-warni.
Wisatawan perlu membawa peralatan snorkeling sendiri jika ingin melihat terumbu karang. Ada perahu milik warga yang bisa disewa untuk berkunjung ke Pulau Um dan juga untuk melihat terumbu karang yang ada di perairan Malaumkarta. 
Perairan Malaumkarta adalah habitat alami bagi Ikan Dugong. Ikan ini tergolong sebagai ikan yang langka dan harus dilindungi. Oleh karena itu, wisatawan saat berkunjung ke sana agar menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke laut.
Kelelawar Bergelantungan dan beterbangan di Pulau Um
Wisatawan yang tertarik dengan keanekaragaman flora dan fauna bisa menjelajahi hutan yang ada di Malaumkarta. Di pesisir pantai ada hutan bakau. Di sana wisatawan bisa mengamati banyak spesies burung dari Dollarbird dan Torressian Crow, Beach Kingfisher, Sacred Kingfisher, Olive-backed Sunbird,  hingga Hooded Butcherbird. Hutan pegunungan dan lembah yang ada di sebelah selatan kampung Malaumkarta adalah habitat alami bagi bermacam spesies burung, hewan mamalia dan hewan marsupial hingga reptil dan serangga. Berbagai spesies pohon juga tumbuh di sana.

Kontak
Jika Anda tertarik untuk berwisata ke Pulau Um dan ke Kabupaten Sorong, silahkan menghubungi Ketua DPC HPI Kabupaten Sorong Michael Mobalen ke nomor: +62 813 4336 5573

DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia Kabupaten Sorong Dilantik

Sorong (ANTARA) - Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia  Kabupaten Sorong dilantik oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Papua Barat Matias Rumbruren di Sorong, Kamis (28/11).
Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Sorong yang dinakhodai oleh Maichel Mobalen merupakan DPC keenam di Provinsi Papua Barat.
Prosesi Pelantikan Pengurus DPC HPI Kabupaten Sorong Kamis 28 Nov. 2019
(Foto ANTARA Papua Barat/ Ernes)
Ketua DPD HPI Papua Barat Matias Rumbruren mengatakan bahwa pelantikan pengurus DPC HPI Kabupaten Sorong salah satu langkah maju bagi pariwisata Papua Barat sebab HPI adalah wadah himpunan pemandu wisata yang merupakan ujung tombak pariwisata.
Dia mengatakan bahwa pramuwisata atau pemandu wisata adalah bagian strategis dari pengembangan pariwisata sebab pramuwisata berhubungan langsung dengan wisatawan untuk memberikan informasi tentang kekayaan alam dan budaya daerah.
Karena itu, Matias berharap ketua dan anggota DPC HPI Kabupaten Sorong yang telah dilantik bersinergi dan membantu pemerintah daerah untuk mempromosikan potensi pariwisata setempat.
Ia berharap pula kepada pemerintah daerah Kabupaten Sorong agar memberikan dukungan terhadap pengurus DPC HPI yang telah terbentuk dalam menjalankan tugas sebagai pramuwisata.
"Kami pun berharap pemerintah daerah melakukan berbagai pelatihan kepemanduan wisata bagi DPC HPI setempat untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu melibatkan mereka dalam setiap program pengembangan pariwisata setempat," ujarnya.
Staf ahli Bupati Sorong Bidang SDM Dr. Wa Ode Likewati yang memberikan keterangan terpisah, memberikan apresiasi atas hadirnya DPC HPI Kabupaten Sorong untuk membantu pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata.
Ia menyampaikan bahwa pemuda dan pemudi Suku Moi, Kabupaten Sorong, yang menjadi pramuwisata harus bangga karena dengan profesi tersebut akan mengembangkan kemampuan dan kualitas seseorang, terutama kemampuan berbahasa asing.
Dia berjanji akan menyampaikan kepada Bupati selaku pengambil kebijakan agar putra-putri Moi yang telah dilantik menjadi pengurus DPC HPI mendapat perhatian, terutama peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Kami sementara mengembangkan Kampung Inggris di Kabupaten Sorong dan kami akan memberikan tempat bagi DPC HPI Kabupaten Sorong beraktivitas di Kampung Inggris tersebut," ujarnya.
Ketua DPC HPI Kabupaten Sorong Maichel Mobalen mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung hingga pelantikan berjalan dengan sukses.
"Selaku Ketua DPC HPI Kabupaten Sorong, saya akan bekerja keras memajukan organisasi HPI serta membantu pemerintah daerah memajukan pariwisata kabupaten Sorong," kata dia.
Acara pelantikan pengurus DPC HPI Kabupaten Sorong dihadiri pula oleh Ketua dan pengurus DPC HPI Kabupaten Raja Ampat serta Ketua dan pengurus DPC HPI Kabupaten Tambrauw sebagai daerah tetangga guna memberikan dukungan.
Editor: Ernes Broning Kakisina
COPYRIGHT © 2019 ANTARA News Papua Barat

Pengurus DPC HPI Kabupaten Sorong Baru Saja Dilantik

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Sorong Michael Mobalen dan para pengurus lainnya baru saja dilantik pada Kamis, 28 November 2019. Pelantikan ini dilaksanakan oleh Ketua DPD HPI Provinsi Papua Barat - Matias Rumbruren, S.S.
Ketua DPC HPI Kabupaten Sorong, Michael Mobalen, mengatakan bahwa ia dan teman-temannya akan mengembangkan pariwisata Kabupaten Sorong sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat dan juga pelestarian alam. Menurut Michael, Kabupaten Sorong memiliki berbagai potensi wisata baik keindahan alam, kekayaan keanekaragaman flora dan fauna, serta keunikan budaya Masyarakat Mooi yang layak untuk dipromosikan.
Penyerahan Pataka dari Ketua DPD HPI Provinsi Papua Barat kepada
Ketua DPC HPI Kabupaten Sorong
Pelantikan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan olah Raga serta seluruh jajarannya, dan Staf Ahli Bupati Kab. Sorong - Dr. Wa Ode Likewati, S.E., M.M.. Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati mengingatkan para guide untuk menjaga profesionalitas dengan menaati kode etik pramuwisata seperti selalu berusaha menciptakan suasana gembira, berpenampilan segar, rapih dan bersih serta tidak curhat ke wisatawan. Dr. Wa Ode juga mengatakan bahwa pemerintah berupaya serius untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pramuwisata dengan membuka Kampung Inggris. Di Kampung Inggris tersebut, para pramuwisata akan belajar mempraktekan bahasa Inggris setiap saat sehingga nantinya mereka bisa berkomunikasi dengan wisatawan secara lancar. 
Turut hadir dalam acara pelantikan tersebut adalah Kelompok-kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sekabupaten Sorong, Beberapa pengurus DPD HPI Papua Barat, Ketua DPC HPI Kab. Tambrauw, Ketua DPC HPI Kab. Raja Ampat beserta beberapa orang stafnya, perwakilan dari Yayasan Papua Maju serta Mr. Guus Lapree yang mewakili papua-travel.com, KNPI Kab. Sorong, BKSDA Kab. Sorong, serta tokoh masyarakat dan adat Suku Besar Mooi.
Foto Bersama Para undangan dengan DPC HPI Kab. Sorong
Acara pelantikan berlangsung meriah dan diakhiri dengan sesi foto bersama para pengurus DPC HPI Kab. Sorong dengan para undangan yang hadir di acara tersebut.
ditulis oleh Charles Roring

Wisata Belanja Suvenir di Kota Sorong

Di kota Sorong ada beberapa toko Suvenir yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin membeli cendera mata. Salah satunya adalah Toko Souvenir Khas Papua: YASWAR PAPUA yang terletak di Jalan A. Yani, Klademak 1, Tembok Berlin, kota Sorong.
Toko Cendera Mata Yaswar Papua di kota Sorong
Toko Cenderamata Yaswar Papua di Tembok Berlin, Kota Sorong  Foto: C.R.
Ada bermacam-macam cendera mata yang bisa dibeli di Toko Yaswar Papua mulai dari noken, t-shirt, ukir-ukiran, replika perahu mansusu, kalung, gelang hingga asbak rokok. Sudah banyak wisatawan yang berkunjung ke Toko Yaswar Papua. Mereka datang ke toko tersebut untuk membeli cendera mata yang akan dibagi-bagi ke teman dan keluarga mereka.
Di samping terminal kendaraan umum Sorong - Tambrauw, di Kilo 12 ada juga sejumlah kios yang menjual berbagai cenderamata khas Suku Mooi yang dibuat oleh warga masyarakat dari Kampung Noken. Siapa saja bisa membeli cendera mata di sana. Kios-kios tersebut berada di lokasi yang rindang karena ada banyak pohon yang tumbuh di sekitarnya.
Kios - kios Cendera Mata di Kilo 12 Kota Sorong
Di kios-kios ini ada berbagai jenis cendera mata yang bisa dibeli antara lain tas anyaman kulit kayu, perkakas tradisional untuk menokok sagu, menyaring papeda dan memasak papeda. Ada juga obor tradisional yang terbuat dari gulungan daun yang dililit tali rotan serta yang di atasnya diberi serbuk damar. Obor ini dipakai masyarakat ketika belum ada listrik di kampung mereka.
Tas anyaman kulit kayu - Foto: C.R
Obor Tradisional Suku Mooi di Kabupaten Soronf
Kota Sorong adalah pintu gerbang untuk wisatawan yang ingin bepergian ke Lembah Klasow, Kepulauan Raja Ampat, serta Pegunungan Tambrauw.
Ditulis oleh C.R.

Pelatihan Pemandu Wisata Budaya (Kuliner & Belanja) Menjadi Program terakhir Dinas Pariwisata Pemuda & Olahraga Kabupaten Sorong Tahun 2019

Sorong, Papua Barat. 
Dinas Pariwisata Pemuda & Olahraga (PPO) Kab. Sorong menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata Budaya (Kuliner&Belanja) di Hotel Batanta selama 4 hari sejak 25-28 November 2019. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta dari 20 kampung  yg tersebar di seluruh distrik di Kab. Sorong. Tujuan pelaksanaan kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan peserta untuk lebih siap dalam tugas pemanduan wisata di Kab. Sorong. Disamping itu pelatihan ini juga diharapkan dapat membentuk kelompok-kelompok pariwisata di masing-masing Kampung yang dapat mengembangkan potensi wisata yang ada di masing-masing kampung. 
Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Sorong Suka Harjono,  S. Sos., M. Si dan ditutup oleh Kepala Dinas PPO kab. Sorong M.L Malagam,S.Sos.,M.Si.
Sambutan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga
Dalam pelatihan ini peserta diajarkan beberapa materi seperti Pengetahuan Dasar Pemanduan Wisata,  Pengenalan Wisata Belanja,  dan Pemanduan wisata Kuliner. Dalam kesempatan pelatihan tersebut peserta mendapat tambahan materi seputar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Pemateri dan narasumber yang menyampaikan materi berasal dari  DPD HPI Papua Barat yakni Matias Rumbruren S. S (KETUA DPD) dan Alfa Ahoren S. ST. Par (Sekretaris DPD), Akademisi Pariwisata Yansen Saragih SS., M.Par yang juga Pembina komunitas Mahasiswa Peduli Pariwisata (MPP) dan Kepala Dinas PPO Kab. Sorong.
Pelatihan diselingi dengan kunjungan peserta dan panitia ke kios-kios cendera mata di Kampung Noken yang terletak di Samping Pangkalan Pick-up Tambrauw di Kilometer 12, Kota Sorong.
Kunjungan Peserta Pelatihan ke Kios-kios Cendera Mata di Kampung Noken, Kilometer 12,
Kota Sorong, Papua Barat
Dalam kegiatan penutupan, dilakukan foto bersama dan penyerahan sertifikat kepada peserta.

Friday, November 22, 2019

Adventure Tours in Tambrauw Mountains

We have organized a lot of trips for visitors who are interested in exploring the bio-diversity of plants and animals in Tambrauw mountains. During the tours, visitors can go hiking to watch birds or other wild animals and see unique tropical plants in lowland and highland of the regency.
Adventure tour in Tambrauw Mountains
Birdwatching and Wildlife Watching
Tambrauw Mountains are the natural habitat of a lot of species of birds. They can be watched using binoculars and spotting scopes.

Coconut Lorikeet in Ases Valley
Bird List
  • Coconut Lorikeet, 
  • Red-flanked Lorikeet, 
  • Yellow-billed Lorikeet
  • Palm Cockatoo, 
  • Sulphur-crested Cockatoo, 
  • Yellow-capped Pygmy Parrot, 
  • Black-capped Lory, 
  • Black Lory, 
  • Josephine Lorikeet, 
  • Moluccan King Parrot, 
  • Eclectus Parrot, 
  • New Guinea Vulturine Parrot
  • Black Sunbird
  • Olive-backed Sunbird
  • Helmetted Friarbird
  • Dollarbird
  • Yellow-faced Myna
  • Golden Myna
  • Lowland Peltop
  • Mountain Peltop
  • Black-browed Triller
  • Golden Monarch
  • White-bellied Cuckolshrike
  • Boyer's Cuckooshrike
  • Pinon Imperial Pigeon
  • Papua Mountain Pigeon
  • Zoe Imperial Pigeon
  • Pink-spotted Fruit Dove
  • Superb Fruit Dove
  • Mountain Fruit Dove
  • Beautiful Fruit Dove
  • Orange-bellied Fruit Dove
  • Brown-cuckoo Dove
  • Great Cuckoo Dove
  • Papuan Blyth's Hornbill
  • Common Paradise Kingfisher
  • Yellow-billed Kingfisher
  • Sacred Kingfisher
  • Blue-black Kingfisher
  • Red-breasted Paradise Kingfisher
  • Rufous-bellied Kookaburra
  • Little-egret
  • Cattle-egret
  • Little-pied Cormorrant
  • Grey Wagtail
  • Willie Wagtail
  • Brahminy Kite
  • Long-tailed Buzzard
  • Grey-headed Goshawk
  • Variable Goshawk
  • Magnificent Bird of Paradise, 
  • Lesser Birds of Paradise, 
  • King Bird of Paradise, 
  • Twelve-wired Bird of Paradise, 
  • Magnificent Riflebird,
  • And etc.
It is not only birds that visitors can watch during their tour to Tambrauw mountains but also other animals as well as such as cuscus possum, soa-soa lizard, snakes, and various species of butterflies. 
Sites for Birding and Wildlife Watching
In Tambrauw Mountains, there are a lot of sites for birding and wildlife watching. As a tourist guides, we know the places where visitors will get better cjance to see more birds and wild animals. Some that we recommend are: Ayapokiar, and Ases Valley.
Adventure Tour in Tambrauw Forest
Birding Gear
Visitors who want to go to Tambrauw need to bring their own binoculars. For a group of tourists, bringing a powerful spotting scope is highly recommended. Most tourists like to take pictures of birds that they see. Camera with telephoto lens will greatly enhance the birdwatching and wildlife watching experience. The newest photographic devices that now available on the market is Nikon Coolpix P900, Nikon Coolpix P1000 and Canon SX70HS.

How to get there?
Fly from your country to Jakarta- the capital of Indonesia. After that, continue your trip by taking a domestic flight to Sorong city. When you arrive at DEO airport, we will meet you and organize your trip to Tambrauw mountains. 

Booking
To book your trip, please, contact chairman of Indonesian Tourist Guide for the branch of Tambrauw regency Nico Nauw to this whatsapp number: +6282198060084
We really hope that after reading this article, you will be interested in taking your adventure vacation to Tambrauw mountains.
Written by Charles Roring
Also read:

Thursday, November 21, 2019

HPI FAKFAK DIHARAPKAN BERMITRA DENGAN PEMERINTAH

Kamis, 21 November 2019 21:11 WIB
Pewarta: Ernes Broning Kakisina

Manokwari (ANTARA) - Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) kabupaten Fakfak resmi terbentuk dan diharapkan bermitra dengan pemerintah daerah untuk mempromosikan pariwisata Fakfak ke dunia internasional.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah HPI Provinsi Papua Barat, Matias Rumbruren di Manokwari, Kamis, mengatakan bahwa Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia kabupaten Fakfak resmi terbentuk dan pengurusnya telah dilantik pada 20 November 2019 guna mendukung kemajuan pariwisata Fakfak.

Dia berharap HPI kabupaten Fakfak yang dinahkodai oleh Prayogo Kusuma dapat menjalani kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah terutama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk sama-sama memajukan pariwisata daerah tersebut.

Menurut dia, pemerintah kabupaten Fakfak terutama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sangat menyambut baik terbentuknya DPC HPI Fakfak. Hal tersebut akan memudahkan pengurus DPC Fakfak guna menjalani kerjasama mempromosikan destinasi wisata yang ada di daerah tersebut agar dikenal banyak orang.

"Saya harapkan pula pengurus DPC HPI Fakfak sebagai ujung tombak pariwisata setempat bekerja dengan baik dan berlandaskan pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi. Serta mengutamakan kode etik pramuwisata dalam menjalankan tugas," ujarnya.

Ketua DPC HPI kabupaten Fakfak Prayogo Kusuma yang memberikan keterangan terpisah, mengatakan bahwa pihaknya akan menjalani kerjasama dengan pemerintah daerah terutama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk mempromosikan potensi wisata Fakfak baik itu wisata bahari maupun budaya.

Ia mengungkapkan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Fakfak telah mengatakan akan melibatkan HPI dalam program-program kerja pengembangan pariwisata yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pendapatan asli daerah.

"Kami siap mendorong pemerintah daerah untuk peningkatan pariwisata agar sektor tersebut mendatangkan pendapatan daerah yang terbesar bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Fakfak," ujarnya.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Fakfak, Marthen Ronold Wouw berharap DPC HPI Fakfak menjadi mitra kerja inti untuk sama-sama menggali potensi pariwisata setempat agar benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Menurut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Fakfak akan melibatkan HPI dalam setiap program non fisik terutama program pembinaan dan pelatihan untuk peningkatan sumber daya manusia pariwisata.

"Kami juga akan melibatkan HPI dalam penyusunan rencana pembangunan pariwisata sehingga kehadiran HPI benar-benar berkontribusi untuk kemajuan pariwisata di Kabupaten Fakfak," tambah dia.

Editor: Ernes Broning Kakisina

COPYRIGHT © 2019 ANTARA News Papua Barat

Wednesday, November 20, 2019

Wisata Petualangan di Hutan Manokwari

Banyak sekali wisatawan asing yang telah menjelajahi hutan dataran rendah dan perbukitan Manokwari. Mereka berasal dari negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Canada, Australia, Belanda, Swedia, Inggris, Jerman, Swiss, Finlandia, Denmark, Norwegia, Prancis, Belgia, Austria, Russia, Italia, Polandia,  dan lain-lain. Ada juga yang datang dari negara Asia seperti China,  Korea, Filipina, Jepang, Thailand, India, dan Malaysia. 
Wisatawan Inggris berkemah di hutan Manokwari
Mereka datang untuk mengamati hewan dan tumbuhan tropis Papua. Ada berbagai spesies burung, reptil, mamalia, serangga dan tumbuhan tropis yang unik. Kebanyakan wisatawan menghabiskan waktu antara 3 sampai 4 hari berkemah di dalam hutan dengan dipandu oleh pramuwisata dan 1 atau 2 warga kampung yang tinggal di sekitar hutan itu. Beberapa lokasi penting untuk wisata petualangan di hutan Manokwari adalah:
Hutan Susnguakti
Hutan perbukitan ini terletak di sebelah selatan kota Manokwari. Untuk mengunjunginya, wisatawan perlu naik kendaraan selama 1 jam. Setelah itu dengan ditemani oleh beberapa warga kampung, wisatawan bisa mulai berjalan kaki selama 1 jam ke lokasi base-camp yang terletak di pinggir sungai kecil. Burung Cendrawasih Kuning, Burung Cendrawasih Raja dan Burung Cendrawasih Dada Biru (Magnificent Riflebird) merupakan target pengamatan yang penting bagi wisatawan. Ada juga spesies burung lainnya yang dapat dilihat antara lain Raja Udang Paruh Kuning, Raja Udang Dwarf Papua, Raja Udang Paruh Bengkok, Kookaburra Perut Merah, Fairy Lorikeet, Taun-taun dan lain-lain.
Wisatawan China dan Australia memotret Cendrawasih Raja (inset) di Hutan Susnguakti
Pada malam hari, wisatawan akan diajak untuk mencari hewan nokturnal seperti kuskus. Warga kampung memiliki ketrampilan khusus untuk menarik kuskus. Setelah berjalan ke titik tertentu di dalam hutan, mereka akan meminta semua lampu dimatikan. Wisatawan duduk di tanah. Setelah itu salah seorang warga akan menirukan suara kuskus betina sampai beberapa kali. Lima hingga lima belas menit kemudian, ketika kuskus jantan sudah mendekat, pemandu akan menyalakan senter ke arah kuskus. Setelah itu, wisatawan boleh memotretnya. Penjelajahan hutan di malam hari bisa dilanjutkan lagi untuk mencari soa-soa duri, kunang-kunang, atau jamur yang bercahaya di kegelapan.
Pramuwisata untuk Pengamatan Satwa Liar Om Yunus dan Wisatawan Russia
Hutan Mesirrokow
Hutan dataran rendah ini adalah salah satu lokasi favorit bagi wisatawan asing yang ingin merasakan suasana alam Papua yang indah dan tenang serta kaya akan berbagai jenis tumbuhan dan hewan. Dari berbagai perjalanan wisata yang saya selenggarakan ke hutan itu, semuanya menyatakan bahwa mereka senang karena sudah berkunjung ke sana. Aktivitas wisata di hutan ini antara lain pengamatan burung dan satwa liar di sepanjang tepian sungai, dan berenang.
Wisatawan Prancis saat menikmati aktivitas nonton burung di Hutan Mesirrokow, Manokwari
Pada malam hari, penjelajahan hutan biasanya dilakukan untuk melihat burung Large-tailed Nightjar, kuskus, atau kelelawar yang suka makan buah di pepohonan. Burung migran seperti Rainbow Bee-eater, Little-ringed Plover, Yellow-eastern Wagtail juga sering dijumpai di tepi sungai. Kadang-kadang ada babi hutan, rusa, lao-lao (wallaby), dan soa-soa yang nampak turun ke sungai untuk minum atau mencari makan. Ini adalah atraksi alam yang unik dan tidak semua wisatawan bisa melihatnya.
Pemuda-pemuda Papua belajar menggunakan binoculars dan spotting scope
Untuk pengamatan burung dan satwa liar di Hutan Manokwari
Aktivitas wisata petualangan di hutan Manokwari mendapat dukungan dari warga setempat yang tinggal di pinggir hutan tersebut. Wisatawan yang datang telah membantu menciptakan lapangan pekerjaan. Warga kampung bekerja sebagai penunjuk jalan, porter, tukang masak serta penjaga keamanan. Mereka juga bisa menjual sayur dan buah-buahan yang mereka tanam di pekarangan rumah untuk dikonsumsi oleh para pencinta alam tersebut.
Karena warga kampung mendapat manfaat positif dari aktivitas ekowisata ini, mereka dengan senang hati dan kesadaran penuh ikut mengkampanyekan pelestarian hutan dan perlindungan satwa liar yang ada di daerah mereka.
Ditulis oleh: Charles Roring

Monday, November 18, 2019

Adventure Trip to North-east Region of Waigeo Island

Raja Ampat is a very popular destination for marine tourism. Most visitors go there to enjoy sightseeing, island hopping, snorkeling, swimming, scuba diving. Wayag, Piaynemo, Kabui bay, Arborek, Kri, Mansuar, Gam, Waigeo, Misool, and Batanta are places and islands where tourists like to visit. 
However, there are still a lot of places in Raja Ampat that haven't received regular visits from holiday makers. Some of these places are located in the east and north east region of Waigeo.
Adventure tour in Waigeo island
Sandbar in north-east region of Waigeo island
Uninhabited Islands
Waim and Mamiaef are two uninhabited islands that are surrounded by pristine coral reefs. The marine biodiversity here is very high. When I went snorkeling with German and Indian tourists, I saw various species of fish including parrotfish, anemonefish, barracuda, sweetlips, moorish idol, trevally, and a lot more. The waters of Waim island are protected by villagers. Echinoderm's animals such as sea cucumber and sea-urchin, as well as annelid's Christmas Tree Worms can easily be found in the reef-crest and fore-reef zones. They filter tiny organic nutrients (food) from sea water. This is a very important function in coral reef ecosystem. In other words, sea cucumber and Christmas Tree Worm help keep the ocean clean. In coral reef where there are sea cucumber and other echinoderm animals, the sea water is clear. When tourists enjoy snorkeling, and freediving, the visibility will be very good and could reach more than 15 meters.
Yenandau beach of Raja Ampat
The White-creamy Beach of Waigeo Island
Warebar Beach
This is a highly recommended site for anyone who wants to see turtles. There is a turtle conservation initiative conducted by local villagers to protect newly laid turtle eggs from predators. They have a small wooden house at the beach which they use as a monitoring post. I used to visit the beach several times and stay in that house. While I was there, I joined them to do night walk along the beach to check whether there are turtles that land to lay eggs. We also released newly hatched turtle babies into the sea. 
Tourists could stay at this post for several days if they want to explore the beach and forest of Warebar.
Hatchlings of leatherback and olive ridley turtles
Villagers were releasing leatherback and olive ridley hatchlings
Sightseeing trip to Warebar beach
Warebar beach
Warebar Forest
This is a very good rainforest area that is rich in wildlife. To explore the forest, we need a motorized boat. I visited the river and forest area in late September 2019. It was a very nice place for birding and wildlife watching. 
Visitors need to bring enough logistics (food, and camping gear) in order to explore this forest.

Mount Sarembon and Yenbekaki Village
This is a mountain behind Yenbekaki village. I and two young men from the village did an early morning walk to the mountain. The slopes were quite steep. I saw Hooded Butcherbird, Dollarbird, Papuan Black Myzomella, Rufous-bellied Kookaburra, Brown Cuckoo Dove, Shining Flycatcher, Torresian Crow, Papuan Blyth's Hornbill, Eclectus Parrot, and etc.

Yenbekaki
This is a big village. There are hundreds of people living in the village. The villagers earn a living by working as fisherman and farmers. One night, when I was about to sleep, a friend of mine called me. He said that there was a turtle that had just landed at the beach in front of the village. I got up from my bed, grabbed my camera and then left my bedroom. The location where the sea turtle was laying her eggs was around 150 meters. We ran fast towards that point and arrived several minutes later. She was in her final phase of laying eggs. She laid her eggs close to the kitchen of a villager's house. A lot of villagers were watching her. Lights from their cell-phones and near by houses made the scene look brighter. It might not be a comfortable situation for her. But she continued laying her eggs until finished. I was able to take some pictures of the turtles.
An Olive Ridley Turtle was laying eggs.
The coastal area of Yenbekaki village was  beautiful. I, accompanied by some young men from the village, did an afternoon birding walk along the creamy-white beach of Yenbekaki. I saw Beach-stone Curlew, Eastern Reef Egret, Radjah Shelduck, Beach Kingfisher, Whimbrel, Torresian Crow, Striated Heron, Lesser Frigatebird, Palm Cockatoo, Olive-backed Sunbird and Coconut Lorikeet. Traveling to north-eastern region of Yenbekaki was a nice experience for me. Ferry boat service to the region is not available. 
Visitors who want to go there need to charter a good boat with powerful engines. 

Booking
If you are interested in traveling to this north-east region of Waigeo island, please, contact the chairman of Indonesian Tourist Guide Association of Raja Ampat, Ms. Rani Tumundo using this number:  +62 812-4804-900 (WA).

The north-east region of Waigeo island is a highly recommended destination for those who like adventure trips. We hope that you are interested in taking the tour. - written by Charles Roring