Wednesday, April 7, 2021

Atraksi Wisata Alam di Pegunungan Arfak

Pegunungan Arfak telah lama dikenal sebagai destinasi penting bagi wisatawan yang suka dengan alam. Setiap tahun, sebelum Pandemi Covid-19 menyerang seluruh negeri, banyak sekali wisatawan domestik maupun manca negara yang ke sana untuk menikmati aktivitas penjelajahan hutan, pengamatan burung dan satwa liar serta kunjungan ke kampung-kampung tradisional.

wisatawan eropa di Manokwari
Wisatawan Eropa saat setelah aktivitas nonton burung

Rumah kaki seribu di Pegunungan Arfak
Rumah Kaki Seribu

Hiking and birdwatching in Arfak mountains
Wisatawan Eropa di Pegunungan Arfak
Wisatawan melihat burung surga seperti Western Parotia, Magnificent Bird of Paradise, Vogelkop Bowerbird serta burung-burung endemik lainnya. Ada juga yang khusus melihat kupu-kupu sayap burung serta bunga rhododendron, anggrek dan lain-lain.


wisata alam di Papua Barat
Danau Anggi di Pegunungan Arfak

Hutan hujan tropis di Pegunungan Arfak adalah habitat alami bagi ribuan spesies tumbuhan dan hewan. Keanekaragaman hayati yang tinggi ini menjadi daya tarik wisata bagi para wisatawan baik domestik maupun manca negara.
bower dari burung pintar di Pegunungan Arfak
Bower dari Burung Pintar di Pegunungan Arfak

Masyarakat adat di Pegunungan Arfak sangat tergantung pada kelimpahan sumberdaya alam yang tersedia di hutan untuk kelangsungan hidup mereka. Kayu digunakan sebagai bahan bangunan dan bahan bakar, serat tanaman untuk membuat noken, daun maupun akar sebagai obat tradisional.
Oleh karena itu, masyarakat adat di Pegunungan Arfak sangat berhati-hati dalam menggunakan sumber daya alam yang ada sehingga dapat tetap lestari dan bisa terus dimanfaatkan oleh generasi-generasi selanjutnya. 
Ekowisata adalah salah satu skema pemberdayaan ekonomi masyarakat yang ramah lingkungan. Wisatawan yang datang menonton burung surga, melihat pemandangan Pegunungan Arfak yang indah pasti membutuhkan makanan, penginapan dan jasa kepemanduan. Masyarakat Arfak yang sebagian besarnya adalah petani bisa menjual betatas, sayur dan buah-buahan kepada wisatawan. Ibu-ibu bekerja menyiapkan makanan untuk wisatawan dari hasil kebun yang dibeli dari warga kampung lainnya. Demikian pula dengan pemuda di kampung yang bisa bekerja sebagai pramuwisata menemani tamu selama berada di hutan. Di sejumlah kampung seperti Kwau, Mokwam, serta Syioubri sudah ada guesthouse yang bisa dipakai oleh wisatawan. Kampung-kampung lain di Minyambouw dan di sepanjang pesisir Danau Anggi juga bisa menerima wisatawan di homestay milik setiap keluarga. 
Pegunungan Arfak sangat mudah untuk dicapai oleh siapa saja yang tertarik untuk berwisata ke sana. Caranya mudah saja:
  • Untuk wisatawan mancanegara, mereka perlu naik penerbangan internasional ke Jakarta atau Bali. Setelah itu mereka bisa ambil penerbangan domestik ke Manokwari (Ibu kota Provinsi Papua Barat).
  • Untuk wisatawan dalam negeri, mereka bisa ke kota Manokwari dengan memilih maskapai penerbangan domestik seperti Lion Air, Batik Air dan Sriwijaya Air. 
Para pramuwisata dari DPD HPI Papua Barat atau DPC HPI Kabupaten Manokwari akan menemui wisatawan di bandara Rendani untuk kemudian mengatur dan memandu perjalanan mereka ke pedalaman Pegunungan Arfak. 
Di kota Manokwari sendiri ada banyak hotel, penginapan, restoran dan rumah makan serta toko-toko yang menjual barang kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau. 
Untuk itinerari paket wisata dan biayanya, hal ini tergantung pada jumlah wisatawan dan durasi mereka menjelajahi Pegunungan Arfak. Informasi selanjutnya bisa diperoleh dengan menghubungi email dan nomor WA pengurus DPD HPI Papua di halaman kontak ini.
Artikel oleh Charles Roring & foto oleh: Hans Mandacan.

Tuesday, March 30, 2021

HPI Sorong Mulai Melayani Wisatawan Asing di Tahun 2021

Himpunan Pramuwisata Indonesia Cabang Kabupaten Sorong mulai melayani wisatawan asing ke Kampung Malagufuk Lembah Klasow tahun ini. Wisatawan asing tersebut adalah 1 keluarga dari Inggris berjumlah empat orang (bapak, ibu dan 2 anak). Mereka tinggal dan bekerja di Jakarta dan telah menjalani tes yang menyatakan bahwa mereka dalam keadaan sehat serta bebas Covid-19.

wisatawan asing di Papua Barat
Wisatawan Inggris di hutan Lembah Klasouw Sorong

Perjalanan wisata tersebut ditangani langsung oleh Ketua DPC HPI Kabupaten Sorong Maichel Mobalen dan para anggota lainnya dari tanggal 28 - 30 Maret 2021, bekerja sama dengan bidang promosi pariwisata DPD HPI Papua Barat Charles Roring.

Selama berada di hutan, mereka mengamati burung-burung tropis Papua seperti Cendrawasih Kuning Kecil, Kasuari, Kakaktua, Taun-taun dan lain-lain. 

Aktivitas pengamatan burung dan satwa liar tersebut berlangsung lancar dan aman. Warga kampung yang sudah terbiasa menerima kunjungan wisatawan domestik dan manca-negara di daerahnya merasa senang karena mereka bisa menerima lagi kedatangan wisatawan asing. 

Kunjungan wisatawan ke Tanah Papua telah membantu masyarakat untuk mendapatkan lapangan kerja. Para pemuda bekerja sebagai pemandu di hutan sedangkan ibu-ibu menyiapkan makanan untuk para wisatawan. Bahan makanan juga dibeli dari para petani di kampung.

 Setelah menyelesaikan perjalanan wisata di hutan Sorong, mereka melanjutkan perjalanan wisata selanjutnya ke Raja Ampat. Ditulis oleh Charles Roring DPD HPI Papua Barat

Monday, March 15, 2021

Wildlife Watching in Wondama Regency

Tropical rainforest of Wondama regency is the natural habitat of a lot of species of plants and animals. There are mammals, birds, insects and reptiles. There are also various kinds of plants that are used by the indigenous people to build houses, boats; to make fishing and household tools or hunting equipment. Certain plants such as sago, sweet potatoes and breadfruit tree provide food for local people. Rainforest has got herbs which are important ingredients for making traditional medicines.

Plants and animals in the forest and coral reef of Wondama regency
Some wildlife in Wondama regency

When we travel to Wondama regency, we can visit its rainforest environments from the mangrove forest in tidal area to the lowland and hill forest along the coastal region, and even to higher montane or cloud forest in Wondiboy nature reserve. 

We can explore the forest to watch cuscus possum, soa-soa monitor lizards, bandicoot, snakes, beautiful butterflies, and hundreds of species of birds. 

wildlife watching and birdwatching tour in Wondama regency
Rainforest in Wondama regency

Birds that can be watched in rainforest of Wondama include Magnificent Riflebird, Lesser Birds of Paradise, King Bird of Paradise, Glossy-mantled Manucode, Red Myzomela, Lowland Peltop, Palm Cockatoo, Sulphur-crested Cockatoo, Red-cheeked Parrot, Eclectus Parrot, Double-eyed Fig-parrot, Large Fig Parrot, Black-capped Lory, New Guinea Vulturine Parrot, Blyth's Hornbill, Yellow-billed Kingfisher, Oriental Dollarbird, Pinon Imperial Pigeon, and a lot more. 

The building complex of local government of Wondama regency in Rasiei area has got various kinds of flower plants. They attract insects especially colorful butterflies to get the nectar. Some of them include Common Green Birdwing Butterfly (Ornithoptera priamus), Great Eggfly butterfly, Cruiser Butterfly and a lot more. Butterfly watchers can visit this place to watch butterflies in the mornings and in the afternoons.

coastal view of Wondama bay in West Papua province
Mangrove and hill forest in Wondama regency

Nocturnal birds such as Large-tailed Nightjar and Papuan Frogmouth can be watched when visitors, accompanied by local guide, do night walk in the jungle. Sometimes, birdwatchers may see birds that sleep on the lower branches of trees and shrub plants. They include Papuan Pitta, Hooded Pitta, Spot-winged Monarch, and etc. The chance to find cuscus possum, snake is higher especially during moonless nights. 

There are a lot of islands in the waters of Wondama regency. Pristine coral reef surround these islands. It is the natural habitat of various species of marine plants and animals. Coral reef is considered as the tropical rainforest of the sea. Visitors need to bring their own snorkeling device in order to see the wealth of bio-diversity of the coral reef.

Wildlife Watching Equipment

Visitors who travel to Indonesia for taking wildlife watching tours in Wondama regency and other parts of West Papua need to bring certain equipment such as binoculars, green light laser pointer, field guide books for birds, mammals, and insects of New Guinea. Flashlight, and camera are also needed. During rainy season, bringing  rain poncho, and plastic bags to cover our body and the above equipment is highly recommended.

How to get to Wondama Regency

It is easy to travel to Wondama. First, visitors need to take international flight from their country to Jakarta - the capital of Indonesia. After that they can take domestic flight to Manokwari city. Official local guides from HPI of West Papua province in Manokwari can meet visitors at the airport and organize their trip to Wondama by passenger boats or by a small turboprop plane.

For further info, please, contact us by sending email message to: dpdhpiwestpapua@gmail.com


by C.R.-DPDHPIPB

Wednesday, January 20, 2021

Birding in Klalik Village of Sorong Regency

Sorong regency in West Papua province of Indonesia has got a new site for birding visitors. Its name is Klalik located around 2 hour ride from Sorong city. 

Lesser Birds of Paradise (Paradisaea minor)

A lot of species of tropical birds can be seen in the forest of the village including Palm Cockatoo (Probosciger aterrimus), Sulphur-crested Cockatoo (Cacatua galerita), Eclectus Parrot (Eclectus roratus), Red-cheeked Parrot, Double-eyed Fig Parrot, Large Fig Parrot, Black Lory, Black-capped Lory, Wompoo Fruit Dove, Pink-spotted Fruit Dove, Orange-breasted Fruit Dove, Yellow-billed Kingfisher, Common Paradise Kingfisher, Red-breasted Paradise Kingfisher, and a lot more. Birds of Paradise that can also be seen there include Lesser Birds of Paradise, Magnificent Riflebird, King Bird of Paradise, Twelve-wired Bird of Paradise, Glossy Manucode. Hooded Pitta and Red-bellied Pitta live in the forest too. 

How to get there

  1. Take an international flight from your country to Jakarta (the capital) of Indonesia
  2. Take a domestic flight to Sorong city. Airlines such as Garuda, Batik Air, Lion Air, Sriwijaya, offer regular flight service to Sorong city from major cities in Indonesia.
  3. We can meet you at the airport or at the hotel where you stay in Sorong. After that we can organize your trip to Klalik village.

Birding activities can be done all year round. Guides from Indonesian tourist guide association of Sorong regency (DPC HPI Kabupaten Sorong) can organize trips to this village. If you are interested in taking a birding tour to Sorong regency, please, contact Michael Mobalen

birding tour to Sorong regency
Flight route from Jakarta to Sorong City

by whatsapp to this number: +6281343365573 or to Ones Isai Paa: +6285254358286. They will be happy to meet you at the airport of Sorong city or at the hotel where you stay and accompany you to the village.

Saturday, December 5, 2020

DPC HPI Kabupaten Teluk Wondama Telah Resmi Dilantik

Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI) Kabupaten Teluk Wondama resmi dilantik oleh Ketua DPD HPI Papua Barat Matias Rumbruren S.S, Selasa (02/12/2020) di Pantai Rowor, Distrik Teluk Duairi. 

Kegiatan pelantikan ini difasilitasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Teluk Wondama.

Hadir dalam pelantikan tersebut Bupati Teluk Wondama yang diwakili oleh Ir. Jemmy Suila M.Si dan Ketua DPR Teluk Wondama yang diwakili oleh Ir.Eddy A. Renmaur.

Turut hadir pula Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Teluk Wondama Christian Mambor dan beberapa kepala OPD lainnya di lingkungan pemerintah kabupaten Teluk Wondama.

Dalam acara pelantikan tersebut dilakukan prosesi ucap janji dan penyerahan Pataka oleh Ketua DPD HPI PAPUA BARAT dan diikuti oleh pengurus DPC HPI Teluk Wondama.

Ketua DPD HPI Papua Barat melantik DPC HPI Teluk Wondama
Pelantikan DPC HPI Kabupaten Teluk Wondama

Usai prosesi pelantikan, Ketua DPC HP Teluk Wondama terpilih Rio Albertho Suabey menyampaikan ucapan terimakasih kasih kepada DPD HPI PAPUA BARAT dan pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang telah bersama-sama memfasilitasi dan menyelenggarakan pelantikan pengurus DPC HPI Wondama.

Rio juga berharap dapat terus bersama-sama membangun Pariwisata Wondama dalam sinergitas dengan semua komponen yang ada di Wondama.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPD HPI Papua Barat, Matias Rumbruren menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dengan semua stakeholder yang ada untuk memajukan pariwisata Teluk Wondama yang sangat kaya dengan potensi wisata alam, budaya dan sejarah.

Bupati dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kabag Ekonomi Pembangunan Setda Kabupaten Teluk Wondama, Ir. Jemmy Suila,M.Si. mengapresiasi langkah DPD HPI Papua Barat yang telah membentuk DPC HPI Wondama.

Harapan pemerintah daerah kedepannya Pariwisata Wondama dapat maju dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat karena dampak langsung dari kemajuan pariwisata adalah kesejahteraan rakyat yang ada di daerah.

Turut memberikan sambutan pada acara pelantikan tersebut, Ketua DPRD Teluk Wondama yang diwakili oleh Bapak Ir.Eddy Renmaur. Ia menyampaikan bahwa profesi pramuwisata adalah profesi terdepan dalam dunia pariwisata karena pramuwisata adalah orang yang berhadapan langsung dengan wisatawan.

Oleh sebab itu sebagai wakil rakyat beliau mendukung dan mengapresiasi OPD terkait yakni Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Teluk Wondama dibawah kepemimpinan Bapak Christian Mambor yang dalam satu tahun belakangan ini bekerja dengan serius membangun Pariwisata Wondama.

Dukungannya untuk kemajuan pariwisata Wondama akan diwujudkan dengan dukungan anggaran dan regulasi yang dibutuhkan melalui fungsi legislasi di DPRD Teluk Wondama.

Acara pelantikan ditutup dengan doa dan foto bersama dengan semua pengurus DPC HPI Kabupaten Teluk Wondama, tamu undangan dan Pimpinan OPD. Yansen - DPD

Thursday, December 3, 2020

Pemkab Teluk Wondama Kembangkan Ekowisata Pengamatan Burung dan Satwa Liar

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Teluk Wondama sejak tanggal 30 November hingga 2 Desember 2020 melakukan survei awal untuk mendata berbagai spesies burung yang ada di kawasan hutan pesisir dan perbukitan di daerah pinggiran dari  Rasiei - ibu kota Kabupaten Teluk Wondama. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan para pramuwisata dari DPD HPI Prov. Papua Barat yang lagi berada di Rasiei untuk melantik DPC HPI Kab. Teluk Wondama, serta Balai Besar Taman Nasional Teluk Cendrawasih untuk mempromosikan ekowisata pengamatan burung dan satwa liar ke dunia internasional melalui sejumlah website dan media sosial.

Rainforest Tour in West Papua
Birding in Teluk Wondama regency

Pendataan awal di lapangan dilaksanakan di Hutan Rowi, Pantai Rasiei, Pelabuhan Sewandamuni, Pantai Sobey, Bukit Wandamui dan Pantai Rowor serta ruas jalan menuju kampung Aisandami. Sejumlah spesies burung berhasil dicatat antara lain: Pinon Imperial Pigeon (Ducula pinon), Pink-spotted Fruit Dove (Ptilinopus perlatus), Brown Cuckoo Dove (Macropygia amboinensis), Glossy Swiftlet, Lesser  Frigatebird, Whimbrel, Little Tern, Spangled Drongo, Brahminy Kite, Olive-backed Sunbird (Burung Matahari Perut Kuning), Black-Sunbird, Black-capped Lory, Sulphur-crested Cockatoo (Kakaktua Putih), Palm Cockatoo (Kakaktua Raja),  serta Helmetted Friarbird, Yellow-faced Myna dan Golden Myna.

Kakaktua Jambul Kuning (Sulphur-crested Cockatoo)
Sulphur-crested Cockatoo

Kegiatan survei kemudian dilanjutkan di hutan sepanjang ruas jalan antara Kampung Aisandami dan Kampung Yopanggar di pagi dan sore hari. Beberapa spesies penting yang berhasil dicatat antara lain Lesser Birds of Paradise (Cendrawasih Kuning Kecil), King Bird of Paradise/ Cendrawasih Raja (Cicinnurus regius), Magnificent Riflebird/ Toowa Cemerlang, Lowland Peltop (Peltop blainvilii) Grey Crow, Hooded Butcherbird (Jagal Papua), Red Myzomela (Myzomela cruentata), Red-cheeked Parrot, Wompoo Fruit Dove, Mimic Meliphaga, Long-billed Honeyeater, Coconut Lorikeet, Frilled Monarch, Golden Cuckooshrike, White-bellied Cuckooshrike, Willie Wagtail, Olive-crowned Flowerpecker, Rusty Pitohui, Oriental Dollarbird, Hook-Billed Kingfisher, Common Paradise Kingfisher, Moustached Treeswift, White-bellied Sea-Eagle dan lain-lain.

birding tour in West Papua
Blyth's Hornbill in Wondiwoi forest

Kawasan Pesisir Teluk Wondama memiliki sejumlah pantai tropis dengan pemandangan yang indah seperti Pantai Rasiei, Pantai Sobey dan Pantai Rowor. 

Selain kegiatan pengamatan burung, survei lapangan tersebut diselingi dengan aktivitas snorkeling dan freediving di kawasan terumbu karang Tanjung Duari. Sejumlah spesies ikan yang menarik untuk dilihat oleh wisatawan antara lain: Spinecheek Anemonefish (Premnas biaculeatus), Striped Surgeonfish (Acanthurus lineatus), Emperor Angelfish (Pomacanthus imperator), Moorish Idol (Zanclus cornutus). Ada juga berbagai species ikan damsel, parrotfish, dan grouper di perairan tersebut. Selain ikan, wisatawan bisa melihat bintang laut biru (Linckia laevigata), dan Kima (Tridacna gigas) serta berbagai jenis satwa laut di Teluk Duari

coral reef in Cendrawasih bay national park
Terumbu Karang di Tanjung Duari

Kawasan pinggiran kota Rasiei memiliki banyak sekali spesies hewan dan tumbuhan sebagai attraksi ekowisata hutan dan terumbu karang. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Teluk Wondama, Christian Mambor, kerja sama survei lapangan dan promosi ini diharapkan dapat mendatangkan wisatawan internasional ke Teluk Wondama.

Pinon Imperial Pigeon

Menurut Kabid Pemasaran Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Teluk Wondama, Diana Armayanti, S.Kom., birdwatching merupakan istilah baru dan masih terdengar asing bagi masyarakat umum di Teluk Wondama, termasuk bagi wisatawan domestik di Teluk Wondama. Hanya sebagian kecil wisatawan  yang memahami istilah birdwatching, sebagian besar masyarakat dan wisatawan domestik lebih mengenal wisata bahari yg ada di Teluk Wondama. Meskipun pengetahuan masyrakat atau wisatawan terhadap birdwatching masih minim, namun kami setuju jika dikembangkan kegiatan wisata birdwatching sebagai alternatif daya tarik yang baru. Melihat fakta potensi yg ada, maka langkah awal yang perlu dilakukan oleh pihak pemda baik itu kabupaten maupun distrik dan kampung adalah memperkuat nilai edukasi pada kegiatan wisata birdwatching. Pada tahap promosi, kita perlu untuk memperkuat upaya pengenalan produk kepada calon wisatawan birdwatching. Pada produk ini juga perlu diberikan nilai – nilai edukasi yang mana wisatawan harus memahami bahwa kegiatan birdwatching bukan hanya sekedar mengamati atau mengambil foto burung saja namun juga terdapat tujuan pelestarian di dalamnya. 

Pengemasan potensi keragaman jenis burung di Kab. Teluk Wondama diharapkan dapat menjadi paket wisata birdwatching tentu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan karena dapat meningkatkan pengalaman berwisata. Pengembangan wisata ini diharapkan juga memiliki manfaat bagi daerah khususnya masyarakat terutama dalam mendorong peningkatan jumlah wisatawan dan lama tinggal wisatawan sehingga berdampak juga pada peningkatan pendapatan masyarakat kampung selaku pengelola desa wisata.

Ibu Diana mengharapkan agar wisata birdwatching tidak hanya memiliki dampak positif dari aspek finansial namun juga bagi kelestarian lingkungan sekitar. Jika keanekaragaman burung menjadi daya tarik utama pariwisata, tentu kesadaran masyarakat untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan tempat tinggal mereka yang merupakan habitat burung juga akan meningkat.

Survei ini merupakan studi awal yang dilakukan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan wisata birdwatching dari Rasiei, Wondiboy, Wasior hingga Teluk Duairi. Hasil survei ini memberikan gambaran terhadap rencana pengembangan wisata birdwatching. Masih diperlukan survei lanjutan yang berkaitan dengan pemetaan titik – titik lokasi pengamatan burung, strategi pengelolaan wisata birdwatching, serta strategi promosi dan pemasaran wisata birdwatching yang bertanggungjawab.

Hingga saat ini pemerintah pusat masih menutup akses bagi wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia. HPI berharap pemerintah bisa membuka lagi akses tersebut sehingga wisatawan internasional bisa berkunjung dengan menerapkan standard protokol kesehatan menurut aturan Normal Baru. Charles - DPD HPI PB.

Pelatihan Pemandu Wisata Sejarah dan Warisan Budaya di Kabupaten Teluk Wondama

Pelatihan Pemandu Wisata Sejarah dan Warisan Budaya yang dilaksanakan selama dua hari sejak tanggal 30 November hingga 1 Desember 2020 secara resmi ditutup oleh Christian Mambor selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Teluk Wondama. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan  Kabupaten Teluk Wondama, Bpk. Christian Mambor, sedang menabuh tifa

Kegiatan yang dilaksanakan di Kampung Wisata Aisandami diikuti oleh 20 orang peserta yang berasal dari beberapa Kampung dari dua distrik yakni Distrik Roon dan Distrik Teluk Duairi Kabupaten Teluk Wondama.

Kepala Dinas Kebudayaan 

Pelatihan ini diisi dengan beberapa Materi pelatihan seperti Kebijakan Pembangunan Pariwisata Kabupaten Teluk Wondama, Pengetahuan Dasar Pemanduan Wisata, Tugas Utama Pemanduan Wisata, Kode Etik profesi kepemanduan dan praktek pemanduan wisata. Narasumber pelatihan selain berasal dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Teluk Wondama juga mengundang Narasumber dari Akademisi Pariwisata yakni Yansen Saragih S.S.,M.Par yang juga adalah Wakil Ketua DPD HPI PAPUA BARAT.

Foto bersama peserta pelatihan, pemateri serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan di Teluk Wondama

Dua pramuwisata senior dari DPD HPI Papua Barat, Matias Rumbruren dan Charles Roring diundang juga ke dalam ruangan pelatihan untuk membagikan cerita mengenai pengalaman mereka memandu wisatawan ke berbagai lokasi wisata di Tanah Papua dan kawasan lain di Indonesia untuk memberi tambahan wawasan dan pengetahuan mengenai profesi pramuwisata kepada para local guide yang hadir.

Penyerahan sertifikat kepada para peserta pelatihan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Teluk Wondama

Pada acara penutupan dilakukan juga penyerahan sertifikat pelatihan kepada peserta dan ditutup dengan menabuh tifa sebanyak lima kali oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Teluk Wondama. DPD HPI Papua Barat.

Friday, November 27, 2020

DPC HPI TELUK WONDAMA SEGERA DIBENTUK

Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia Kabupaten Teluk Wondama akan segera dibentuk. Hal ini dinyatakan oleh Ketua DPD HPI Papua Barat Matias Rumbruren, S.S. pada 26 November di Manokwari saat ditemui Rio Suabey selaku pramuwisata yang berasal dari daerah tersebut.

Beberapa Pengurus DPD HPI Papua Barat bersama Rio Suabey selaku pramuwisata dari Kabupaten Teluk Wondama saat rapat persiapan pembentukan DPC HPI.

Himpunan Pramuwisata Indonesia adalah wadah berhimpunnya para pemandu turis. Sebagai organisasi profesi non-politik, HPI bermitra dengan pemerintah dan masyarakat setempat untuk mengembangkan pariwisata.

Kabupaten Teluk Wondama memiliki banyak sekali potensi dan obyek wisata yang bisa dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun manca negara. 

Menurut Matias, atraksi wisata alam bahari, hutan, dan pesisir, yang dipadu dengan sejarah dan keunikan budaya, jika ditata dan dipromosikan dengan baik, dapat mendatangkan wisatawan. Kunjungan wisatawan tersebut akan membuka lapangan kerja bagi lewat uang yang mereka belanjakan selama berada di Kabupaten Teluk Wondama dan meningkatkan pendapatan asli daerah.

Kegiatan pembentukan DPC HPI Kabupaten Teluk Wondama rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 2 Desember 2020 di Wasior difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Teluk Wondama.


Friday, August 28, 2020

Ekowisata Pengamatan Burung di Pegunungan Tambrauw

Sebagian besar wilayah Kabupaten Tambrauw terdiri dari daerah pegunungan dan lembah. Hutan hujan tropis yang menutupinya adalah habitat alami bagi ratusan spesies burung yang berwarna-warni.
Wisatawan Eropa di Gunung Sakofsiah Tambrauw
Foto: Nico Nauw
Ini adalah daya tarik yang penting bagi wisatawan pencinta alam baik domestik maupun manca negara. Wisata pengamatan burung sudah mulai berkembang di Kabupaten Tambrauw sejak beberapa tahun belakangan ini.


Kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke sana berasal dari Amerika Utara dan Eropa. Rata-rata dari mereka ingin melihat burung-burung surga yang hidup di hutan.
Birdwatching in Tambrauw mountains
Wisatawan dari Amerika Serikat di Lembah Ases dipandu warga setempat. Foto: Charles Roring
Lokasi ideal untuk pengamatan burung adalah wilayah transisi dari hutan dataran rendah ke hutan dataran tinggi. Kawasan hutan seperti ini memiliki kepadatan dan variasi spesies burung yang tinggi. Daerah pengamatan burung (birdwatching) seperti ini bisa dilihat di kawasan pegunungan di pesisir utara daerah Distrik Abun terutama di Weyos, Distrik Kebar, Distrik Senopi, Distrik Miyah, Kampung Ayapokiar, Gunung Sakofsiah dan Lembah Ases hingga kota Fef serta Distrik Yembun. Daerah-daerah tersebut umumnya bisa dicapai dengan kendaraan 4WD.
Burung Hooded Pitta di Fef
ibukota Kabupaten Tambrauw. Foto: Nico Nauw
Kota Fef mungkin merupakan lokasi yang lebih mudah untuk dijangkau karena statusnya sebagai ibukota Kabupaten Tambrauw.  Ada juga rumah-rumah singgah yang bisa dijadikan sebagai tempat menginap oleh para wisatawan. Rata-rata wisatawan menghabiskan waktu antara 3 hari sampai 1 minggu di Tambrauw.
Sejumlah spesies burung yang mereka lihat antara lain: Cendrawasih Kuning Kecil (Lesser Birds of Paradise), Peltop Pegunungan (Mountain Peltop), Cendrawasih Belah Rotan (Magnificent Bird of Paradise), Buzzard Ekor Panjang (Long-tailed Buzzard), Cekakak Suci (Sacred Kingfisher), dan lain-lain.
Burung Cendrawasih Kuning Kecil di Hutan Ayapokiar, Kabupaten Tambrauw. Foto: Nico Nauw
Untuk mengamati burung, wisatawan umumnya membawa binocular (kijker), kamera dengan lensa telefoto, laser pointer serta buku panduan lapangan Birds of New Guinea karya Thane K. Pratt dan Bruce Beehler.
Aktivitas ekowisata di Kabupaten Tambrauw membawa manfaat positif bagi perekonomian masyarakat yang dikunjungi. Wisatawan membayar sejumlah uang ke pemilik rumah tempat mereka menginap, membeli bahan makanan dari penduduk setempat serta membayar jasa pemandu lokal saat mereka berwisata di hutan Tambrauw.
Burung Cendrawasih Belah Rotan di hutan Fef
Foto: Niko Nauw
Pandemi Covid-19 yang melanda dunia telah secara drastis memaksa pemerintah untuk menghentikan dulu perjalanan wisatawan asing ke berbagai tempat di Indonesia. Jika Pandemi Covid-19 ini sudah mereda atau sudah ada vaksinnya maka ada kemungkinan pemerintah akan membuka lagi akses bagi wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Tambrauw.
Jika Anda berminat untuk berkunjung ke Tambrauw dan membutuhkan jasa pemandu, silahkan menghubungi: Nico Nauw lewat WA: 082198060084 - (Ketua) dan Anis Sundoi 085243497666 (Wakil Ketua) DPC HPI Kabupaten Tambrauw.

Long-tailed Buzzard
Buzzard Ekor Panjang di Gunung Sakofsiah Pegunungan Tambrauw
Untuk mencapai Fef, ibukota Kabupaten Tambrauw, caranya mudah sekali. Jika Anda tinggal di Jakarta, silahkan terbang ke kota Sorong atau Manokwari. Sebelum berangkat, siapkan perlengkapan birding seperti yang disebutkan di atas. Pemandu lokal akan mengurus kendaraan, bahan makanan, dan memberitahu kedatangan Anda kepada pihak-pihak terkait mengenai perjalanan wisata ke Tambrauw.
Semoga perjalanan wisata Anda ke Kabupaten Tambrauw bisa terlaksana dengan baik dan menyenangkan. Ditulis oleh Charles Roring.

Tuesday, August 25, 2020

Nostalgia Bersama Bapak Niko Suabey

Tahun 1990-an Bapak Niko Suabey bertugas sebagai polisi di Manokwari. Karena kemahirannya berbahasa Inggris, beliau kerap ditugasi oleh pimpinannya untuk melayani dan mengawasi wisatawan asing yang berkunjung ke daerah ini. Beberapa kali beliau bersama Matias Rumbruren melayani wisatawan yang datang dengan kapal pesiar dan singgah di Pelabuhan Manokwari. Salah satunya adalah kapal pesiar Bianca. 

Ketika itu, hanya Matias Rumbruren dan Polisi Nico Suabey yang diperbolehkan masuk ke ruangan nakhoda. Adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi mereka, karena bisa melayani para wisatawan yang datang dengan kapal pesiar tersebut. 

Bpk. Niko Suabey bersama Ketua DPD HPI PB Matias Rumbruren dan Wakil Ketua DPD HPI PB Yansen Saragih 

Pada malam 23 Agustus 2020 yang lalu, beberapa pengurus DPD HPI Papua Barat, Matias Rumbruren, Yansen Saragih dan Charles Roring menemui Bpk. Niko Suabey di rumah keluarga di kawasan Reremi Puncak. Beliau senang sekali berbagi cerita tentang pengalaman selama melayani wisatawan yang datang baik secara perorangan maupun dalam jumlah besar. Sekarang beliau telah pensiun. Perjuangannya dalam mengembangkan kepariwisataan di Tanah Papua, kini dilanjutkan oleh putranya Rio Suabey di Kabupaten Teluk Wondama. Rio telah bergabung dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia. Beberapa minggu lalu, Rio telah mengikuti Sertifikasi Kompetensi Pramuwisata yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi melalui LSP Maestro di Kota Sorong. 

DPD HPI Papua Barat akan membentuk DPC HPI Kabupaten Teluk Wondama tahun 2020 ini. Tujuannya adalah untuk membantu peningkatan kapasitas pramuwisata lokal, sehingga mereka bisa ikut berperan dalam membangun industri pariwisata di Kabupaten Teluk Wondama. CR.