Friday, November 27, 2020

DPC HPI TELUK WONDAMA SEGERA DIBENTUK

Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia Kabupaten Teluk Wondama akan segera dibentuk. Hal ini dinyatakan oleh Ketua DPD HPI Papua Barat Matias Rumbruren, S.S. pada 26 November di Manokwari saat ditemui Rio Suabey selaku pramuwisata yang berasal dari daerah tersebut.

Beberapa Pengurus DPD HPI Papua Barat bersama Rio Suabey selaku pramuwisata dari Kabupaten Teluk Wondama saat rapat persiapan pembentukan DPC HPI.

Himpunan Pramuwisata Indonesia adalah wadah berhimpunnya para pemandu turis. Sebagai organisasi profesi non-politik, HPI bermitra dengan pemerintah dan masyarakat setempat untuk mengembangkan pariwisata.

Kabupaten Teluk Wondama memiliki banyak sekali potensi dan obyek wisata yang bisa dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun manca negara. 

Menurut Matias, atraksi wisata alam bahari, hutan, dan pesisir, yang dipadu dengan sejarah dan keunikan budaya, jika ditata dan dipromosikan dengan baik, dapat mendatangkan wisatawan. Kunjungan wisatawan tersebut akan membuka lapangan kerja bagi lewat uang yang mereka belanjakan selama berada di Kabupaten Teluk Wondama dan meningkatkan pendapatan asli daerah.

Kegiatan pembentukan DPC HPI Kabupaten Teluk Wondama rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 2 Desember 2020 di Wasior difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Teluk Wondama.


Friday, August 28, 2020

Ekowisata Pengamatan Burung di Pegunungan Tambrauw

Sebagian besar wilayah Kabupaten Tambrauw terdiri dari daerah pegunungan dan lembah. Hutan hujan tropis yang menutupinya adalah habitat alami bagi ratusan spesies burung yang berwarna-warni.
Wisatawan Eropa di Gunung Sakofsiah Tambrauw
Foto: Nico Nauw
Ini adalah daya tarik yang penting bagi wisatawan pencinta alam baik domestik maupun manca negara. Wisata pengamatan burung sudah mulai berkembang di Kabupaten Tambrauw sejak beberapa tahun belakangan ini.


Kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke sana berasal dari Amerika Utara dan Eropa. Rata-rata dari mereka ingin melihat burung-burung surga yang hidup di hutan.
Birdwatching in Tambrauw mountains
Wisatawan dari Amerika Serikat di Lembah Ases dipandu warga setempat. Foto: Charles Roring
Lokasi ideal untuk pengamatan burung adalah wilayah transisi dari hutan dataran rendah ke hutan dataran tinggi. Kawasan hutan seperti ini memiliki kepadatan dan variasi spesies burung yang tinggi. Daerah pengamatan burung (birdwatching) seperti ini bisa dilihat di Distrik Kebar, Distrik Senopi, Distrik Miyah, Kampung Ayapokiar, Gunung Sakofsiah dan Lembah Ases hingga kota Fef serta Distrik Yembun. Daerah-daerah tersebut umumnya bisa dicapai dengan kendaraan 4WD.
Burung Hooded Pitta di Fef
ibukota Kabupaten Tambrauw. Foto: Nico Nauw
Kota Fef mungkin merupakan lokasi yang lebih mudah untuk dijangkau karena statusnya sebagai ibukota Kabupaten Tambrauw.  Ada juga rumah-rumah singgah yang bisa dijadikan sebagai tempat menginap oleh para wisatawan. Rata-rata wisatawan menghabiskan waktu antara 3 hari sampai 1 minggu di Tambrauw.
Sejumlah spesies burung yang mereka lihat antara lain: Cendrawasih Kuning Kecil (Lesser Birds of Paradise), Peltop Pegunungan (Mountain Peltop), Cendrawasih Belah Rotan (Magnificent Bird of Paradise), Buzzard Ekor Panjang (Long-tailed Buzzard), Cekakak Suci (Sacred Kingfisher), dan lain-lain.
Burung Cendrawasih Kuning Kecil di Hutan Ayapokiar, Kabupaten Tambrauw. Foto: Nico Nauw
Untuk mengamati burung, wisatawan umumnya membawa binocular (kijker), kamera dengan lensa telefoto, laser pointer serta buku panduan lapangan Birds of New Guinea karya Thane K. Pratt dan Bruce Beehler.
Aktivitas ekowisata di Kabupaten Tambrauw membawa manfaat positif bagi perekonomian masyarakat yang dikunjungi. Wisatawan membayar sejumlah uang ke pemilik rumah tempat mereka menginap, membeli bahan makanan dari penduduk setempat serta membayar jasa pemandu lokal saat mereka berwisata di hutan Tambrauw.
Burung Cendrawasih Belah Rotan di hutan Fef
Foto: Niko Nauw
Pandemi Covid-19 yang melanda dunia telah secara drastis memaksa pemerintah untuk menghentikan dulu perjalanan wisatawan asing ke berbagai tempat di Indonesia. Jika Pandemi Covid-19 ini sudah mereda atau sudah ada vaksinnya maka ada kemungkinan pemerintah akan membuka lagi akses bagi wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Tambrauw.
Jika Anda berminat untuk berkunjung ke Tambrauw dan membutuhkan jasa pemandu, silahkan menghubungi: Nico Nauw lewat WA: 082198060084 - Ketua DPC HPI Kabupaten Tambrauw.

Long-tailed Buzzard
Buzzard Ekor Panjang di Gunung Sakofsiah Pegunungan Tambrauw
Untuk mencapai Fef, ibukota Kabupaten Tambrauw, caranya mudah sekali. Jika Anda tinggal di Jakarta, silahkan terbang ke kota Sorong atau Manokwari. Sebelum berangkat, siapkan perlengkapan birding seperti yang disebutkan di atas. Pemandu lokal akan mengurus kendaraan, bahan makanan, dan memberitahu kedatangan Anda kepada pihak-pihak terkait mengenai perjalanan wisata ke Tambrauw.
Semoga perjalanan wisata Anda ke Kabupaten Tambrauw bisa terlaksana dengan baik dan menyenangkan. Ditulis oleh Charles Roring.

Tuesday, August 25, 2020

Nostalgia Bersama Bapak Niko Suabey

Tahun 1990-an Bapak Niko Suabey bertugas sebagai polisi di Manokwari. Karena kemahirannya berbahasa Inggris, beliau kerap ditugasi oleh pimpinannya untuk melayani dan mengawasi wisatawan asing yang berkunjung ke daerah ini. Beberapa kali beliau bersama Matias Rumbruren melayani wisatawan yang datang dengan kapal pesiar dan singgah di Pelabuhan Manokwari. Salah satunya adalah kapal pesiar Bianca. 

Ketika itu, hanya Matias Rumbruren dan Polisi Nico Suabey yang diperbolehkan masuk ke ruangan nakhoda. Adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi mereka, karena bisa melayani para wisatawan yang datang dengan kapal pesiar tersebut. 

Bpk. Niko Suabey bersama Ketua DPD HPI PB Matias Rumbruren dan Wakil Ketua DPD HPI PB Yansen Saragih 

Pada malam 23 Agustus 2020 yang lalu, beberapa pengurus DPD HPI Papua Barat, Matias Rumbruren, Yansen Saragih dan Charles Roring menemui Bpk. Niko Suabey di rumah keluarga di kawasan Reremi Puncak. Beliau senang sekali berbagi cerita tentang pengalaman selama melayani wisatawan yang datang baik secara perorangan maupun dalam jumlah besar. Sekarang beliau telah pensiun. Perjuangannya dalam mengembangkan kepariwisataan di Tanah Papua, kini dilanjutkan oleh putranya Rio Suabey di Kabupaten Teluk Wondama. Rio telah bergabung dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia. Beberapa minggu lalu, Rio telah mengikuti Sertifikasi Kompetensi Pramuwisata yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi melalui LSP Maestro di Kota Sorong. 

DPD HPI Papua Barat akan membentuk DPC HPI Kabupaten Teluk Wondama tahun 2020 ini. Tujuannya adalah untuk membantu peningkatan kapasitas pramuwisata lokal, sehingga mereka bisa ikut berperan dalam membangun industri pariwisata di Kabupaten Teluk Wondama. CR.

Friday, August 14, 2020

DIRGAHAYU RI YANG KE 75

 

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 75
HUT KEMERDEKAAN RI 75

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat resmi membuka kegiatan Uji kompetensi bidang Kepemanduan

Sorong,  14 Agustus 2020 bertempat di Hotel Kyriad telah dilaksanakan uji kompetensi bagi pemandu wisata di provinsi Papua Barat. Jumlah assesi yang diuji 74 orang yang berasal dari 7 kabupaten, diantaranya Kabupaten Sorong,  Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Pegunungan Arfak,  Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Maybrat.

Kepala Dinas dan Pelaksana Sertifikasi Menabuh Tifa
Sebagai Tanda Dimulainya Kegiatan Sertifikasi Kompetensi

Dalam sambutan pada acara pembukaan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Yusak Wabia, S.Sos.,M.Si, mengharapkan keseriusan seluruh peserta uji kompetensi yang ikut sertifikasi hari ini, karena pentingnya memiliki sertifikat kepemanduan di masing-masing daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat saat memberi kata sambutan

Uji kompetensi yang dilakukan kali ini terlaksana atas kerjasama LSP Maestro dan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sebagai perwakilan LSP Maestro, Rezky Januar melaporkan bahwa kegiatan Uji Kompetensi yang diselenggarakan oleh LSP Maestro tahun ini selain dilakukan di Provinsi Papua Barat juga diselenggarakan di provinsi Papua. Assesor yang dilibatkan untuk menguji adalah 4 Assesor provinsi Papua Barat diantaranya Matias Rumbruren,SS., Yansen Saragih, SS., M.Par, Alfa Ahoren, S.ST.Par, dan Rani Tumundo, serta 1 orang Assesor pusat Rezky Januar. 


Turut hadir dalam penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi antara lain Ketua- ketua DPC diantaranya Ketua DPC Sorong  (Maikel Mobalen), DPC Tambrauw  (Nico Nauw),  DPC RAJA AMPAT (Rani Tumundo),  DPC Pegunungan Arfak (Kriff Indow).

Ketua DPC HPI Kabupaten Sorong
Ketua DPC HPI Kabupaten Sorong
Michael Mobalen

Sementara itu Ketua DPC HPI Kabupaten Sorong, Michael Mobalen, yang bertindak sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Sertifikasi Kompetensi Pramuwisata HPI se-Papua Barat tahun 2020, berkata: "Terima kasih banyak kepada DPD HPI Papua Barat yang telah memfasilitasi kami HPI cabang se-Papua Barat khususnya kami di HPI Kabupaten Sorong dalam mengikuti uji kompetensi ini. Hal ini merupakan tanda awal kemajuan wadah HPI di kabupaten Sorong karena dengan demikian para guide/pemandu wisata khususnya dapat melaksanakan tugasnya dengan baik secara legal. Bahkan uji kopetensi ini memacu para pemandu untuk sungguh-sungguh menjalankan tugas kepemanduannya secara profesional. Apapun hasilnya nanti setelah disampaikan oleh LSP dan BNSP terkait kelulusan uji kopetensi ini, kami HPI Kabupaten Sorong yang telah mengikuti ujian ini telah siap utk menerima hasilnya- Keberhasilan bagi mereka yang lulus, dan evaluasi bagi mereka yang belum sempat lulus."

Kota Sorong sebagai pintu masuk bagi wisatawan domestik maupun manca negara, memegang posisi yang sangat strategis dalam industri pariwisata. Oleh karena itu, DPD HPI Papua Barat memandang bahwa pelaksanaan sertifikasi bagi para pramuwisata di Sorong merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa para pemandu dilapangan memiliki kompetensi dalam melayani wisatawan. (YS & CR DPD HPI PB)

Sertifikasi Uji Kompetensi Pemandu Wisata Papua Barat

Menyongsong era new normal, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Sertifikasi Kompetensi Sektor Pariwisata Bidang Pemandu Wisata bertempat di Hotel Kyriad M di Kota Sorong pada Jumat, 14 Agustus 2020.

Kegiatan ini diikuti 74 peserta yang tergabung dalam keanggotaan organisasi HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) dari beberapa daerah di Provinsi Papua Barat diantaranya HPI DPC Kabupaten Sorong, HPI DPC Kabupaten Raja Ampat, HPI DPC Kabupaten Fak-fak, HPI DPC Kabupaten Tambrauw, HPI DPC Kabupaten Pegunungan Arfak, HPI DPC Kabupaten Manokwari, Bakal Calon HPI DPC Kabupaten Maybrat dan Bakal Calon HPI DPC Kabupaten Teluk Wondama.

Sertifikasi Kompetensi untuk Pramuwisata

Sertifikasi diselenggarakan atas kerjasama LSP Pariwisata Maestro dan Asdep Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif HPI DPC Kabupaten. Di sampaikan juga oleh Rezky Januar S. Kom, sebagai Penguji pada kegiatan hari ini bahwa metode ujian tidak secara tertulis tetapi semua berbasis online melalui Handphone masing-masing peserta.

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat, Yusak Wabia S.Sos, M.Si. Dalam sambutannya beliau mengucap syukur atas diberikannya nafas kehidupan sehingga bisa ketemu dengan teman-teman guide HPI untuk bersama-sama dalam acara ini.  Dia juga berharap dengan adanya uji kompetensi ini anggota HPI di Papua Barat bisa menjadikannya sebagai penyemangat untuk terus mengembangkan potensi setiap anggota.

Kegiatan Sertifikasi Kompetensi Pemandu Wisata

Beliau juga menyampaikan beberapa hal penting diantaranya kita harus mendukung apa yang yang diprogramkan pemerintah untuk mengangkat pariwisata menjadi urutan nomor 1 Asia Tenggara. Peluang ini harus ditangkap, dan sebaiknya masing-masing kepala daerah harus menangkap peluang ini. Jangan jadi main, lain latihan lain. Beliau juga menyampaikan, ada baiknya rumah sakit yang ada di daerah dapat menyediakan sarana untuk memeriksa kesehatan para wisatawan yang akan ke Raja Ampat atau destinasi wisata lainnya yang ada di Papua Barat. Dan juga rambu2 laut diharapkan dapat menjadi point utama bagi pariwisata di daerah perairan seperti di Raja Ampat agar dapat menjadi acuan bagi para pelaku wisata dalam melakukan kegiatan pariwisata. Polisi pariwisata juga sebaiknya harus ada dalam lingkungan pariwisata khususnya Raja Ampat untuk dapat membantu pemerintah menjaga destinasi wisata dan juga wisatawan yang berkunjung.

Ketua-ketua DPC bersama Kepala Dinas Pariwisata 
Provinsi Papua Barat

Untuk para pemandu wisata dia mengatakan agar dapat memberikan keamanan dan kenyamanan wajib dilaksanakan dalam kita melayani tamu. Akses, Fasilitas, Akomodasi, Atraksi dan Promosi adalah hal yang harus menjadi perhatian Pemerintah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Guide sebagai ujung tombak harus benar-benar paham dengan semua hal yang menyangkut pariwisata dan wajib memiliki sertifikat dan melalui uji kompetensi ini diharapkan agar anggota HPI mengambil kesempatan ini dengan baik.

Dengan memanjatkan puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa ia membuka acara Sertifikasi Uji Kompetensi Sektor Pariwisata Bidang Pemandu Wisata

Ditulis oleh: Recky Mugama

Friday, August 7, 2020

Ucapan Selamat kepada DPC HPI Kabupaten Biak Numfor

Dpd hpi papua barat ucapkan selamat kepada dpc hpi Kabupaten Biak Numfor
Ucapan Selamat Kepada Ketua DPC HPI BIAK NUMFOR


Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia Provinsi Papua Barat mengucapkan selamat dan sukses kepada Sdr. Abraham Rudolf Ronsumbre atas pelantikan dirinya sebagai Ketua DPC HPI Kabupaten Biak Numfor. Semoga pariwisata di daerah itu dapat maju dan bisa bersaing dengan wilayah - wilayah lain di Indonesia.

HIMPUNAN PRAMUWISATA INDONESIA SE-PAPUA BARAT LAKSANAKAN RAKERDA II

Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Se-Papua Barat berhasil menggelar Rapat Kerja Daerah Ke-2 secara daring pada 5 Agustus 2020. Rakerda ini diikuti oleh para pengurus DPD HPI Papua Barat dan cabang-cabang HPI yang telah terbentuk yakni Raja Ampat, Manokwari Selatan, Sorong, Fakfak, Manokwari, dan Pegunungan Arfak. 


Rakerda HPI Papua Barat
Rakerda HPI Papua Barat 2020

Rakerda dihadiri juga oleh pemerintah yakni Kadisbudpar Provinsi Papua Barat Bpk. Yusak Wabia,S.Sos., M.Si.; Kabid Pariwisata Bpk. Yakobus Basongan, S.Sos. dan Kepala Seksi Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat Rozene Sanchia Patay, S.S.

Laporan Kegiatan DPD HPI Papua Barat
Laporan Kegiatan oleh Ketua DPD HPI Papua Barat Matias Rumbruren
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat Bpk. Yusak Wabia,S.Sos., M.Si. dan sejumlah pengurus DPD HPI Papua Barat


Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat mengatakan bahwa Ia bangga dengan HPI yang telah bekerja keras membentuk 7 cabang. Selaras dengan apa yang dikatakan Ketua DPP HPI sebelumnya, Bpk. Yusak Wabia juga meminta agar HPI menyiapkan program yang sesuai dengan kondisi daerah, kemampuan HPI, ketersediaan dana serta keadaan di lapangan. Program yang bisa menyentuh masyarakat itu lebih baik, tambahnya. Ia meminta agar DPC-DPC yang telah terbentuk, supaya bisa bekerja sama dengan DPD dan DPP maupun dengan pemerintah. Kerja sama ini akan membuat HPI dan pemerintah bisa sejalan dan sepikiran sehingga dapat berfungsi baik dalam mengembangkan pariwisata. HPI adalah ujung tombak pariwisata karena mengetahui kondisi lapangan dan masyarakat.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Ketua Umum DPP Himpunan Pramuwisata Indonesia Sang Putu Subaya, S.H., M.H., dalam sambutannya, mengatakan bahwa ia mengapresiasi kerja keras DPD HPI Papua Barat yang dalam 1 tahun belakangan ini berhasil membentuk 6 DPC baru, sehingga total sudah ada 7 DPC, serta masih berencana untuk membentuk 2 lagi DPC yang baru yakni Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Kaimana. Ia meminta agar para pramuwisata sebagai garda terdepan dalam mewartakan Indonesia kepada dunia supaya menjaga persatuan dan kesatuan dalam berorganisasi. Ia mengingatkan jangan terjadi sempalan-sempalan dalam HPI yang nanti akan menguras energi organisasi. Tak lupa juga, Sangtu Subaya menyerukan kepada para pengurus untuk membuat program kerja yang terukur dan tidak muluk-muluk sehingga bisa dilaksanakan dengan baik. 

Rakerda ke-2 ini berlangsung lancar selama hampir 3 jam. Para ketua-ketua DPC menyampaikan laporan kerja mereka masing-masing dalam membangun kepariwisataan di setiap kabupaten. Beberapa di antaranya adalah laporan tentang berbagai aktivitas kepemanduan terhadap wisatawan domestik maupun manca negara; pelatihan peningkatan kapasitas pramuwisata; survei lapangan untuk pendataan potensi wisata; pembersihan terumbu karang dari Crown Of Thorn; penanaman mangrove; pembersihan sejumlah obyek wisata dari sampah-sampah plastik; program ketahanan pangan; pembagian masker untuk mencegah penyebaran virus corona; serta penyelenggaraan webinar; talkshow di RRI tentang pariwisata yang berkelanjutan, lomba fotografi dan menulis esai; dan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang menaruh perhatian pada pariwisata dan pelestarian alam.

Rakerda memutuskan untuk mengadakan persiapan Sertifikasi Berstandar Nasional yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat di kota Sorong bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi dan Kementrian Pariwisata, pembahasan regulasi proteksi pramuwisata lokal yang akan dilakukan di tingkat provinsi. Promosi pariwisata secara bersama-sama lewat media online akan ditingkatkan. 



Teguh Budi Prakoso, S.Hut., M.Si.
Sementara itu pemerhati pariwisata, Teguh Budi Prakoso, S.Hut., M.Si., mengucapkan selamat atas diselenggarakannya Rakerda Ke-2 HPI Se-Papua Barat. Ia berharap kiranya hal-hal yang terkait dengan potensi wisata, desain, dan program wisata boleh berjalan dengan baik. Menurutnya, HPI perlu melakukan kolaborasi dengan semua pihak terkait dalam pengembangan pariwisata di Provinsi Papua Barat. Ia menambahkan juga bahwa potensi wisata khususnya di Kabupaten Manokwari sangat besar. Namun demikian, semua itu tergantung pada manusia yang mengelolanya. "Perlu ada desain tapak-tapak yang ada di Kabupaten Manokwari, perlu ada perbaikan-perbaikan, kemudian bagaimana masyarakat mencintai wilayah atau lokasi wisata itu sendiri. Karena wisata itu boleh berkembang dengan baik apabila manusia yang ada di sekitarnya mencintai tempat di mana dia tinggal, sehingga secara spontan kebersihan lingkungan - secara khusus lokasi wisata itu tetap terjaga. Hari ini kita masih di dalam situasi pandemi sehingga kita perlu memperhatikan protokol yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam penanganan Covid-19. Tetapi bukan berarti pengembangan wisata ini jadi terhambat." jelas Teguh. Ia meminta supaya pramuwisata tetap menjalankan tugas dalam membangun perekonomian masyarakat di Manokwari dan di Provinsi Papua Barat. Pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat menghasilkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat. Secara pribadi Bpk. Teguh Budi Prakoso mengharapkan pariwisata di Kabupaten Manokwari dan di Provinsi Papua Barat dapat berkembang dan menjadi icon. Provinsi Papua Barat yang telah ditetapkan menjadi Provinsi Konservasi benar-benar dimaknai dan dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Ketua Panitia penyelenggara RAKERDA II HPI Papua Barat Yansen Saragih, S.S., M.Par. berkata, "Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut mensukseskan kegiatan RAKERDA ini. Special thanks buat para pemerhati pariwisata Papua Barat, Mr. Teguh Budi Prakoso dan Mr. Norman Tambunan yang dengan setia selalu mensupport kegiatan kepariwisataan di Papua Barat. Ucapan terimakasih Juga kepada Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Papua Barat, Pak Wabiya, Pak Basongan dan Ibu Patay."

RAKERDA II ini kiranya bisa menghasilkan keputusan - Keputusan strategis bagi kemajuan Profesi kepemanduan di Papua Barat kedepannya.

Pada kesempatan terpisah setelah Rakerda, Kepala Seksi Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat, Ibu Rozene Sanchia Patay, S.S. mengatakan bahwa Rakerda HPI se-Papua Barat yang dilaksanakan secara daring ternyata bisa menghadirkan sebagian besar ketua-ketua dpc dan pengurusnya dari cabang-cabang yang ada. Hal ini adalah sesuatu yang belum tentu bisa terlaksana seandainya pertemuan tersebut dilakukan secara fisik. Menurutnya, pertemuan virtual ini memungkinkan peserta dari seluruh Papua Barat untuk saling berbagi informasi, beradu pendapat sehingga bisa menghasilkan program yang baik untuk HPI. Dengan demikian Rakerda secara daring di masa Pandemi Covid-19 ternyata ada manfaat positifnya juga.

Sesaat setelah menyelesaikan Rakerda, Ketua DPD HPI Papua Barat, Matias Rumbruren,S.S. menyatakan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik. Sejumlah program yang disusun dalam Rakerda ini untuk pembangunan kepariwisataan akan segera dikerjakan. Ditulis oleh Charles Roring 

Monday, August 3, 2020

Mahasiswa Penggiat Pariwisata Manokwari Selesaikan Studi Sarjana


Manokwari, Papua Barat - Tujuh orang mahasiswa penggiat pariwisata yang tergabung  dalam komunitas Mahasiswa Peduli Pariwisata (MPP) berhasil lulus dan mendapat gelar Sarjana dalam prosesi wisuda online tanggal 29 Juli 2020 di Aula Universitas Papua. 
Mahasiswa Peduli Pariwisata

Mereka adalah Natalia Baransano S.S, Inseren Krey S.S, Maria Febriani Komul S.S, Anna Wopari, S.S, Yuliana Keribo S.S, dan Tiyara Aini Adzani S.S. Ketujuh pegiat pariwisata ini, bersama-sama dengan teman-teman lainnya dan bekerja sama dengan pengurus DPD HPI Papua Barat, terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan pariwisata di daerah Kabupaten Manokwari dan sekitarnya. Hal ini mereka laksanakan di sela-sela kesibukan belajar di kampus Universitas Papua. Beberapa program kerja yang berhasil dilaksanakan adalah: kegiatan pengembangan Pantai Wisata Petrus Kafiar di Amban Pantai tahun 2018; Pengembangan wisata alam Gua Teshima di Gunung Meja pada tahun 2018; turut serta dalam penyelenggaraan Pelatihan Kepariwisataan di Kabupaten Manokwari Selatan pada tahun 2019; dan yang terakhir adalah pengembangan Pantai Wisata Sra Oseri di Pulau Mansinam di penghujung tahun 2019. 
Mahasiswa Peduli Patiwisata dan Ketua DPD HPI PAPUA BARAT

Selain terlibat di komunitas MPP, mereka juga aktif dalam dunia kepemanduan wisata. Beberapa diantara mereka bahkan telah memegang lisensi kepemanduan yang berstandar nasional. Hal ini tentu sangat memberikan warna tersendiri bagi mereka karena selain telah meraih gelar sarjana, mereka juga sudah memiliki sertifikat kompetensi kepemanduan wisata berstandar nasional yang bisa dijadikan modal bekerja sebagai pramuwisata/tour guide. 
Komunitas Mahasiswa Peduli Pariwisata saat membersihkan Gua Teshima Fusataro
Komunitas MPP berfoto bersama saat pembersihan obyek wisata Gua Fusataro Teshima di Gunung Meja, Manokwari

“Sebuah kebanggaan melihat mereka berhasil menempuh pendidikan dan meraih gelar sarjana walaupun mereka harus membagi waktu dengan kegiatan – kegiatan pengembangan pariwisata yang sangat banyak. Selain bangga saya juga sangat berterima kasih kepada mereka semua karena mereka mau melibatkan diri dan mendedikasikan waktu serta pengetahuan mereka untuk membantu masyarakat dan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata di Papua Barat” tutur Pembina MPP Yansen Saragih, S.S., M. Par., yang juga adalah seorang akademisi di Universitas Papua.
Peresmian Pantai Wisata Sra Oseri
Pantai Wisata Sra Oseri yang pembersihan dan pendekorasiannya dikerjakan oleh komunitas MPP, bekerja sama dengan masyarakat setempat dan DPD HPI Papua Barat serta kemudian diresmikan oleh pemerintah.

Ketua DPD HPI Papua Barat, Matias Rumbruren, S.S., pada kesempatan terpisah, memberi apresiasi kepada komunitas MPP atas kerja keras mereka dalam ikut membangun kepariwisataan di Papua Barat serta mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang baru diwisuda tersebut. Ia berharap komunitas Mahasiswa Peduli Pariwisata akan terus bermitra dengan HPI di masa-masa mendatang. 

Saturday, August 1, 2020

HIMPUNAN PRAMUWISATA INDONESIA SE-PAPUA BARAT SEGERA GELAR RAPAT KERJA DAERAH KE-2

Koordinator Biro DIKLAT DPD HPI PB, Recky Tito Mugama, mengatakan bahwa Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Se-Papua Barat akan segera menggelar Rapat Kerja Daerah Ke-2 pada tanggal 5 Agustus 2020, jam 13.00 - 15.00 WIT secara daring.  Hal ini ia sampaikan setelah mengikuti Simulasi Persiapan Rakerda tersebut lewat zoom meeting tadi malam pada Sabtu, 1 Agustus 2020.
Flyer Rakerda HPI Se-Papua Barat

Jumlah peserta Rakerda adalah sekitar 100 orang dari 1 DPD dan 7 DPC yang berasal dari Manokwari, Raja Ampat, Tambrauw, Sorong, Fakfak, Pegunungan Arfak, serta Manokwari Selatan. Rakerda ini dimaksudkan untuk mengevaluasi berbagai program kerja yang telah dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Daerah, dan masing-masing Dewan Pimpinan Cabang HPI Se-Papua Barat. Para pramuwisata HPI ini akan merumuskan sejumlah Iangkah strategis membangun kembali kepariwisataan yang telah terpuruk selama beberapa bulan sebagai akibat dari Pandemi Covid-19. 
HPI juga akan membahas program sertifikasi profesi para anggotanya yang akan diselenggarakan di kota Sorong pada pertengahan Agustus mendatang. Hal ini dikatakan oleh Sekretaris DPD HPI Papua Barat, Alfa Ahoren, S.Tr. Par. pada kesempatan terpisah. Menurutnya, ia telah membangun komunikasi dengan pemerintah dan Lembaga Sertifikasi Profesi Maestro di Jakarta, serta ketua-ketua DPC HPI se-Papua Barat untuk menyukseskan kegiatan itu.
Ketua DPD HPI Papua Barat, Matias Rumbruren mengatakan, Rakerda HPI se-Papua Barat juga akan membahas sejumlah langkah bersama guna meningkatkan kinerja dan tata kelola organisasi yang para anggotanya selama ini berada di lapangan, bekerja keras siang dan malam memandu para wisatawan domestik maupun manca negara baik di darat maupun di laut. 
Pramuwisata sedang memandu wisatawan Russia di malam hari di hutan Manokwari
Pramuwisata sedang memandu turis Russia di malam hari

Himpunan Pramuwisata Indonesia adalah organisasi profesi non-politik para pemandu turis (guide) yang diakui oleh pemerintah. DPD HPI Papua Barat sudah membentuk cabang di 7 Kabupaten dan berencana untuk membuka cabang-cabang baru di seluruh kabupaten/ kota. Sejauh ini jumlah pramuwisata HPI yang telah terdaftar ada 322 orang. 
Hasil Rakerda Ke-2 HPI se-Papua Barat tersebut akan dikomunikasikan secara internal ke masing-masing anggota dan juga secara eksternal ke pihak pemerintah maupun ke para pihak yang ada di dalam industri pariwisata. Ini ditulis oleh Charles Roring.

Thursday, July 30, 2020

HPI DUKUNG PEMKAB MANOKWARI SELATAN KEMBANGKAN PARIWISATA

Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) sedang berupaya untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya. 
Hal tersebut dijelaskan oleh Bupati Mansel Bpk. Markus Waran, S.T., M.Si. saat ditemui oleh Ketua DPD HPI Papua Barat Matias Rumbruren, SS. di kota Manokwari pada Rabu, 29 Juli 2020.



Saat ini ada sejumlah kawasan yang menjadi perhatian pemerintah seperti Wilayah Pesisir Oransbari yang ditumbuhi oleh hutan mangrove, Dataran Isim yang luas dan ditutupi oleh hutan hujan tropis, Neney dan Gunung Botak yang memiliki panorama yang indah sekali.
Burung Cendrawasih di Papua Barat

Menurut bupati, wisatawan yang hendak ke Danau Anggi Gida dan Anggi Giji di Pegunungan Arfak, ke Taman Nasional Teluk Cendrawasih atau juga ke Gunung Botak bisa singgah di kota Ransiki terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan mereka. Pemerintah juga telah membangun Bandara Abreso yang ada di Distrik Ransiki yang dapat pula melayani wisatawan yang ingin ke Mansel. Bandara tersebut juga akan menjadi transit point bagi wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan mereka ke Nabire guna melihat Hiu Paus di Kwatisore.
Bupati Manokwari Selatan dan Ketua DPD HPI Papua Barat Matias Rumbruren

Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memberikan bantuan peralatan kepada Koperasi Eiber Suth di Mansel sehingga mereka bisa memproduksi coklat batangan meskipun masih dalam skala industri kecil.
Di samping itu pula, Ia juga mengharapkan agar wisatawan yang singgah di Ransiki bisa membeli coklat batangan yang diproduksi oleh industri kecil di sana, sebagai oleh-oleh yang bisa dibawa pulang ke daerah masing-masing.



Berdasarkan pengalaman lapangan para pramuwisata yang tergabung dalam  Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di Papua Barat, yang selama ini mengatur perjalanan wisata ke berbagai tempat, sejak beberapa tahun belakangan ini, memang sudah ada wisatawan domestik dan internasional yang berkunjung ke Mansel. Mereka umumnya singgah di kota Ransiki untuk membeli perbekalan sebelum melanjutkan perjalanan ke Danau Anggi di Kabupaten Pegunungan Arfak. Ada juga yang berkunjung ke Air Terjun Neney atau melihat pemandangan alam bahari di Gunung Botak yang indah sekali.

Wisatawan Austria di Manokwari Selatan
Wisatawan Austria makan siang di Air Terjun Neney

Sebagian besar daratan di Mansel masih ditutupi hutan hujan tropis dengan keanekaragaman yang tinggi sekali. Ada ratusan spesies hewan dan tumbuhan yang bisa dilihat di sana. Beberapa yang terkenal adalah Burung Cendrawasih Kuning Kecil (Lesser Birds of Paradise), Burung Cendrawasih Raja (King Bird of Paradise), serta Burung Kakaktua Raja (Palm Cockatoo), Kakaktua Jambul Kuning (Sulphur-crested Cockatoo). Ada juga burung Kumkum (Pinon Imperial Pigeon), Raja Udang Surga (Common Paradise Kingfisher),  Mina Emas (Golden Myna) serta Peltop Pegunungan (Mountain Peltop). Kuskus, kanguru pohon, dan soa-soa bintang bisa juga ditemukan di hutan Manokwari Selatan. 

Wisatawan Jerman di Gunung Botak
Wisatawan Jerman berfoto bersama warga di Gunung Botak

Untuk menikmati wisata pengamatan satwa liar di hutan, wisatawan perlu membawa sendiri binocular, spotting scope, serta buku panduan Birds of New Guinea karya Thane K. Pratt dan Bruce Beehler. Buku referens lain yang penting adalah The Ecology of Indonesian Papua karya Andrew J. Marshall dan Bruce Beehler. Karena lokasi wisata pengamatan burung dan satwa liar umumnya berada di hutan dan kawasan pesisir yang belum memiliki akomodasi memadai, wisatawan yang dipandu oleh pramuwisata HPI akan dipinjamkan tenda dome, sleeping bag serta peralatan camping lainnya.
Atraksi alam lainnya yang dimiliki oleh Kabupaten Manokwari Selatan adalah  terumbu karang yang hidup di sepanjang daerah pesisir Gunung Botak. Ekosistem laut ini merupakan habitat alami bagi berbagai spesies ikan tropis seperti moorish idol, parrotfish, anemonefish, angelfish dan lain-lain. Wisatawan yang ingin menikmati keindahan dunia bawah laut di sana perlu membawa peralatan snorkeling sendiri. Ketua DPD HPI Papua Barat, Matias Rumbruren, menjelaskan bahwa dengan promosi dan tata kelola yang baik, pariwisata akan menarik banyak wisatawan pencinta alam ke Kabupaten Manokwari Selatan. Kedatangan wisatawan akan meningkatkan perputaran ekonomi dan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Untuk berkunjung ke kota Ransiki, wisatawan perlu terbang ke kota Manokwari. Beberapa perusahaan penerbangan seperti Batik dan Sriwijaya memiliki jadwal reguler yang menghubungkan Manokwari - Sorong - Makassar dan Jakarta. Setelah tiba di bandara Manokwari wisatawan bisa melanjutkan perjalanan mereka dengan kendaraan roda empat ke kota Ransiki. Waktu tempuh rata-rata adalah 3,5 sampai 4 jam tergantung kondisi cuaca. 
Pemerintah pusat saat ini telah menghentikan arus masuk wisatawan asing sebagai langkah pencegahan terhadap penyebaran wabah Covid-19. Namun demikian, pemerintah sedang menyiapkan Standard Operational Procedure (SOP) untuk kepemanduan wisata guna diterapkan pada masa New Normal sesuai dengan protokol kesehatan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. 
Menurut Matias, bila pemerintah telah mengizinkan lagi masuknya wisatawan manca negara ke Indonesia, HPI siap memandu wisatawan untuk berkunjung ke Manokwari Selatan. Ditulis oleh Charles Roring.

Wednesday, July 29, 2020

PEMERINTAH PROVINSI PAPUA BARAT AKAN MENDUKUNG PENGEMBANGAN WISATA DI KABUPATEN TELUK WONDAMA

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat - Bapak Yusak Wabia, S.Sos., M.Si.  menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan mendukung pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Teluk Wondama.
Development of tourism in Wondama bay regency

Hal tersebut dikatakannya dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Teluk Wondama, dan sejumlah pengurus DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Papua Barat serta beberapa pegiat pariwisata di Wondama.
DPD HPI PB diwakili oleh Matias Rumbruren, Yansen Saragih (yang juga adalah seorang akademisi dari Univ. Papua) dan Charles Roring.
Topik pembahasan difokuskan pada Pembangunan Pariwisata di Kabupaten Teluk Wondama. Ibu kotanya adalah Rasiei. Rumberpon, Meoswar, Roon, Yoop adalah sejumlah pulau yang berada dalam wilayah kabupaten tersebut. 
Menurut Bapak Wabia, ia dan timnya baru saja mengunjungi Kabupaten Teluk Wondama dan terkesan dengan keindahan beberapa pulaunya. Ia mengatakan bahwa Disbudpar Provinsi Papua Barat akan mendukung pembangunan sejumlah fasilitas khususnya di Kepulauan Auri sehingga warga masyarakat di sekitarnya bisa mendapat manfaat ekonomi dari pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Teluk Wondama Bpk. Christian Mambor menyambut baik dukungan tersebut dan menyatakan bahwa mereka siap bekerja-sama dengan Disbudpar Provinsi Papua Barat. Dinasnya telah meluncurkan sejumlah program termasuk pembangunan beberapa fasilitas di sejumlah lokasi wisata di Teluk Wondama. Mereka juga pernah melaksanakan lomba foto bawah air, dan yang terakhir adalah Pelatihan Manajemen Homestay agar para pemiliknya bisa meningkatkan ketrampilan dan profesionalisme dalam melayani para pengunjung.
Ketua DPD HPI PB, Matias Rumbruren, menyatakan bahwa pemberdayaan masyarakat lokal harus menjadi prioritas dalam pembangunan kepariwisataan di Teluk Wondama. HPI telah beraktivitas di Provinsi Papua Barat selama beberapa tahun dan berencana untuk membuka cabang di Wondama. Wakil Ketua DPD HPI Papua Barat, Yansen Saragih, mengatakan bahwa HPI akan menyelenggarakan sertifikasi untuk para pramuwisata di kota Sorong pada bulan Agustus. Ia mengharapkan agar Dinas Pariwisata Kabupaten Teluk Wondama bisa mengirimkan sedikitnya satu orang peserta ke kegiatan tersebut.
Rio Suabei seorang warga dari Wondama yang menjadi pendamping pengembangan pariwisata di Pulau Roon mengatakan bahwa mereka pernah mengundang 3 orang guru dari Kampung Inggris untuk memberikan kursus bahasa Inggris kepada puluhan pemuda di Pulau Roon. Para pemuda itu mengikutinya dengan penuh antusias dan berharap akan bisa memandu wisatawan setelah selesai mengikuti program kursus tersebut.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat dan Dinas Pariwisata Teluk Wondama

Pertemuan ini dilaksanakan di Kafe Laut - sebuah restoran pantai dari Mansinam Beach Hotel di kota Manokwari. Di akhir pertemuan itu, Bpk. Yusak Wabia menyerahkan sebuah mesin gergaji kayu kepada Bpk. Christian Mambor sebagai alat untuk membersihkan lahan guna secara simbolis memulai persiapan pembangunan fasilitas di Kepulauan Auri.
Kunjungan lapangan untuk mengumpulkan lebih banyak informasi mengenai potensi wisata di Kabupaten Teluk Wondama akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Ini ditulis oleh Charles Roring

Tuesday, July 28, 2020

DPC HPI KABUPATEN SORONG SURVEI POTENSI WISATA DI BATU LUBANG DAN KLAGULUS

Pada Selasa, 21 Juli 2019 Himpunan Pramuwisata Indonesia Cabang Kabupaten Sorong yang diketuai oleh Michael Mobalen memulai aktivitas program kerjanya di era New Normal setelah sekian lama dilanda wabah Covid-19. HPI Kabupaten Sorong memperkenalkan diri kepada dua Masyarakat Kampung yang memiliki Potensi Wisata di Wilayah Kabupaten Sorong.
Dpc hpi kabupaten Sorong

Dua kampung yang dikunjungi oleh DPC HPI KAB.SORONG adalah Kampung KLAGULUS dan Kampung BATU LUBANG PANTAI di Distrik Makbon. Kampung – kampung tersebut memiliki berbagai potensi alam yang sangat menjanjikan untuk dijadikan dan dikembangkan menjadi Objek dan Daya Tarik Wisata di Wilayah Kabupaten Sorong.
Dpc hpi kabupaten Sorong

Kampung pertama yang dikunjungi adalah Klagulus yang diketahui memiliki potensi hutan damar dan berbagai jenis burung New Guinea terlebih khusus Lesser Birds of Paradise serta spot foto dari ketinggian. Kampung yang kedua adalah Kampung Batu Lubang Pantai yang tidak kalah menariknya yaitu memiliki potensi wisata bahari dan bukit-bukit batu di pinggiran pantai dan lautnya.
Dpc hpi kabupaten Sorong

Selama pertemuan dengan kepala kampung dan masyarakat di kedua kampung tersebut, Ketua DPC HPI Kabupaten Sorong - Michael Mobalen - beserta tim survei yang menyertainya, memperkenalkan serta  menjelaskan maksud dan tujuan kehadiran HPI di Kabupaten Sorong lewat kerja-kerjanya. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat mengetahuinya dengan baik. Dari hasil pertemuan tersebut DPC HPI Kabupaten Sorong disambut baik oleh masyarakat kedua kampung itu dan memohon kepada HPI untuk membantu dan membimbing masyarakat setempat untuk mengelola potensi-potensi yang ada untuk dikembangkan menjadi Objek dan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Sorong. Dengan dikembangkannya berbagai potensi alam di kampung-kampung itu, HPI berharap hal tersebut bisa membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat, lewat penciptaan lapangan pekerjaan bagi warga. Sumber: DPC HPI  Kab. Sorong