Thursday, December 3, 2020

Pemkab Teluk Wondama Kembangkan Ekowisata Pengamatan Burung dan Satwa Liar

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Teluk Wondama sejak tanggal 30 November hingga 2 Desember 2020 melakukan survei awal untuk mendata berbagai spesies burung yang ada di kawasan hutan pesisir dan perbukitan di daerah pinggiran dari  Rasiei - ibu kota Kabupaten Teluk Wondama. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan para pramuwisata dari DPD HPI Prov. Papua Barat yang lagi berada di Rasiei untuk melantik DPC HPI Kab. Teluk Wondama, serta Balai Besar Taman Nasional Teluk Cendrawasih untuk mempromosikan ekowisata pengamatan burung dan satwa liar ke dunia internasional melalui sejumlah website dan media sosial.

Rainforest Tour in West Papua
Birding in Teluk Wondama regency

Pendataan awal di lapangan dilaksanakan di Hutan Rowi, Pantai Rasiei, Pelabuhan Sewandamuni, Pantai Sobey, Bukit Wandamui dan Pantai Rowor serta ruas jalan menuju kampung Aisandami. Sejumlah spesies burung berhasil dicatat antara lain: Pinon Imperial Pigeon (Ducula pinon), Pink-spotted Fruit Dove (Ptilinopus perlatus), Brown Cuckoo Dove (Macropygia amboinensis), Glossy Swiftlet, Lesser  Frigatebird, Whimbrel, Little Tern, Spangled Drongo, Brahminy Kite, Olive-backed Sunbird (Burung Matahari Perut Kuning), Black-Sunbird, Black-capped Lory, Sulphur-crested Cockatoo (Kakaktua Putih), Palm Cockatoo (Kakaktua Raja),  serta Helmetted Friarbird, Yellow-faced Myna dan Golden Myna.

Kakaktua Jambul Kuning (Sulphur-crested Cockatoo)
Sulphur-crested Cockatoo

Kegiatan survei kemudian dilanjutkan di hutan sepanjang ruas jalan antara Kampung Aisandami dan Kampung Yopanggar di pagi dan sore hari. Beberapa spesies penting yang berhasil dicatat antara lain Lesser Birds of Paradise (Cendrawasih Kuning Kecil), King Bird of Paradise/ Cendrawasih Raja (Cicinnurus regius), Magnificent Riflebird/ Toowa Cemerlang, Lowland Peltop (Peltop blainvilii) Grey Crow, Hooded Butcherbird (Jagal Papua), Red Myzomela (Myzomela cruentata), Red-cheeked Parrot, Wompoo Fruit Dove, Mimic Meliphaga, Long-billed Honeyeater, Coconut Lorikeet, Frilled Monarch, Golden Cuckooshrike, White-bellied Cuckooshrike, Willie Wagtail, Olive-crowned Flowerpecker, Rusty Pitohui, Oriental Dollarbird, Hook-Billed Kingfisher, Common Paradise Kingfisher, Moustached Treeswift, White-bellied Sea-Eagle dan lain-lain.

birding tour in West Papua
Blyth's Hornbill in Wondiwoi forest

Kawasan Pesisir Teluk Wondama memiliki sejumlah pantai tropis dengan pemandangan yang indah seperti Pantai Rasiei, Pantai Sobey dan Pantai Rowor. 

Selain kegiatan pengamatan burung, survei lapangan tersebut diselingi dengan aktivitas snorkeling dan freediving di kawasan terumbu karang Tanjung Duari. Sejumlah spesies ikan yang menarik untuk dilihat oleh wisatawan antara lain: Spinecheek Anemonefish (Premnas biaculeatus), Striped Surgeonfish (Acanthurus lineatus), Emperor Angelfish (Pomacanthus imperator), Moorish Idol (Zanclus cornutus). Ada juga berbagai species ikan damsel, parrotfish, dan grouper di perairan tersebut. Selain ikan, wisatawan bisa melihat bintang laut biru (Linckia laevigata), dan Kima (Tridacna gigas) serta berbagai jenis satwa laut di Teluk Duari

coral reef in Cendrawasih bay national park
Terumbu Karang di Tanjung Duari

Kawasan pinggiran kota Rasiei memiliki banyak sekali spesies hewan dan tumbuhan sebagai attraksi ekowisata hutan dan terumbu karang. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Teluk Wondama, Christian Mambor, kerja sama survei lapangan dan promosi ini diharapkan dapat mendatangkan wisatawan internasional ke Teluk Wondama.

Pinon Imperial Pigeon

Menurut Kabid Pemasaran Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Teluk Wondama, Diana Armayanti, S.Kom., birdwatching merupakan istilah baru dan masih terdengar asing bagi masyarakat umum di Teluk Wondama, termasuk bagi wisatawan domestik di Teluk Wondama. Hanya sebagian kecil wisatawan  yang memahami istilah birdwatching, sebagian besar masyarakat dan wisatawan domestik lebih mengenal wisata bahari yg ada di Teluk Wondama. Meskipun pengetahuan masyrakat atau wisatawan terhadap birdwatching masih minim, namun kami setuju jika dikembangkan kegiatan wisata birdwatching sebagai alternatif daya tarik yang baru. Melihat fakta potensi yg ada, maka langkah awal yang perlu dilakukan oleh pihak pemda baik itu kabupaten maupun distrik dan kampung adalah memperkuat nilai edukasi pada kegiatan wisata birdwatching. Pada tahap promosi, kita perlu untuk memperkuat upaya pengenalan produk kepada calon wisatawan birdwatching. Pada produk ini juga perlu diberikan nilai – nilai edukasi yang mana wisatawan harus memahami bahwa kegiatan birdwatching bukan hanya sekedar mengamati atau mengambil foto burung saja namun juga terdapat tujuan pelestarian di dalamnya. 

Pengemasan potensi keragaman jenis burung di Kab. Teluk Wondama diharapkan dapat menjadi paket wisata birdwatching tentu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan karena dapat meningkatkan pengalaman berwisata. Pengembangan wisata ini diharapkan juga memiliki manfaat bagi daerah khususnya masyarakat terutama dalam mendorong peningkatan jumlah wisatawan dan lama tinggal wisatawan sehingga berdampak juga pada peningkatan pendapatan masyarakat kampung selaku pengelola desa wisata.

Ibu Diana mengharapkan agar wisata birdwatching tidak hanya memiliki dampak positif dari aspek finansial namun juga bagi kelestarian lingkungan sekitar. Jika keanekaragaman burung menjadi daya tarik utama pariwisata, tentu kesadaran masyarakat untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan tempat tinggal mereka yang merupakan habitat burung juga akan meningkat.

Survei ini merupakan studi awal yang dilakukan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan wisata birdwatching dari Rasiei, Wondiboy, Wasior hingga Teluk Duairi. Hasil survei ini memberikan gambaran terhadap rencana pengembangan wisata birdwatching. Masih diperlukan survei lanjutan yang berkaitan dengan pemetaan titik – titik lokasi pengamatan burung, strategi pengelolaan wisata birdwatching, serta strategi promosi dan pemasaran wisata birdwatching yang bertanggungjawab.

Hingga saat ini pemerintah pusat masih menutup akses bagi wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia. HPI berharap pemerintah bisa membuka lagi akses tersebut sehingga wisatawan internasional bisa berkunjung dengan menerapkan standard protokol kesehatan menurut aturan Normal Baru. Charles - DPD HPI PB.

No comments:

Post a Comment